Top Ads

Kota Sukabumi Genjot Budidaya Tanaman Hidroponik



SUKABUMI--Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi menghadiri pembukaan bimbingan teknis budidaya tanaman hidroponik Kelurahan Jayaraksa, Kecamatan Baros, Kamis (17/9). Kegiatan yang dialokasikan dari Dana Kelurahan tahun anggaran 2020 ini untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan serta memotivasi warga dalam mengembangkan budidiaya hidroponik kepada warga khususnya untuk RW, PKK dan karangtaruna.

'' Targetnya setelah pelatihan mengenai pengetahuan budidaya hidpronik dapat diterapkan dalam keseharian nanti,'' ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi. Dalam artian bukan hanya ketika pelatihan tidak ada tindak lanjut karena harus dikembangkan tanaman hidroponik di rumah warga.

Pengembangan hidpronik didasari karena luasan wilayah Kota Sukabumi yang tidak bertambah sementara jumlah penduduk terus bertambah. Di mana jumlah penduduk mencapai sebanyak 370 ribu jiwa per bulan Agustus dan luasan wilayah sejak 1998 tetap 48 kilometer persegi.

'' Dampaknya saat ini terjadi kepadatan penduduk dan menyebabkan yang awalnya tanah kosong untuk pertanian sekarang ada yang berubah jadi perumahan,'' cetus Fahmi. Hal ini dikhawatirkan berdampak pada ketahanan pangan warga.

Sehingga kata Fahmi, budidaya hidroponik ini untuk menjaga ketahanan pangan warga setempat dan dari sisi ekonomi menguntungkan. Terlebih di masa pandemi Covid-19 diperlukan sebuah inovasi untuk tetap menjaga ketahanan pangan masyarakat dan hadirlah hidroponik bagaimana menanam memanfaatkan lahan pertanian untuk lebih bermanfaat serta tidak membutuhkan lahan yang luas.

Harapannya ketika massif melakukan gerakan ini berharap warga terbantu dari sisi ekonomi dan dari sisi kesehatan jauh lebih sehat karena sifatnya organik. Di tengah pandemi Covid dan belum tahu selesainya, warga tidak perlu ke pasar karena bisa memenuhi kebutuhan sayuran di rumah. '' Kami apresiasi lurah dan camat yang mengajak masyarakat mulai beralih menanam untuk mencukupi kebutuhan pribadi dan keluarga yang efeknya akan luar biasa,'' kata Fahmi.

Ia berharap mulai RT dan RW jadi yang terdepan mampu mengedukasi dan sosialisasi ke warga karena pemda tidak bisa melakukan pembangunan tanpa didukung masyarakat. 

Pemerintah kata Fahmi memunculkan penguatan gerakan ketahanan pangan karena tidak bisa diprediksi Covid-19 kapan selesainya. Sehingga pemerintag pusat hingga daerah menggencarkan menanam sayuran dan lainnya di pekarangan rumah masing-masing.

'' Kami mengajak warga memanfaatkan halaman rumah dengan budidaya hidroponik san membuat lubang biopori untuk ketersediaan air tanah,'' kata wali kota. Kedua hal ini penting dalam kehidupan dan bisa dilajukan di rumah masing-masing.

Posting Komentar

0 Komentar