Top Ads

New Normal: Kalangan Millenial Sukabumi Didorong Aktif Cegah Covid-19


Peran kalangan millenial dalam upaya pencegahan penyebaran virus korona sangat diperlukan di Kota Sukabumi. Adaptasi kebiasan baru (AKB) atau kehidupan normal baru merupakan salah satu skema kehidupan dalam norma-norma baru harus diawali oleh kaum millenial dengan gerakan membiasakan hal-hal yang benar.





SUKABUMI--Pemerintah Kota Sukabumi mendorong peran kalangan millenial agar aktif dalam penanganan Covid-19. Hal ini disampaikan Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi saat menjadi pembicara dalam acara Millenial Talk bangkitkan semangat generasi muda Indonesia yang digelar melalui media sosial Instagram, Selasa (9/6) sore.

Millenial Talk tersebut digagas oleh Millenial Talk Institute dengan mengambil tema peran millenial dan mitigasi penanganan Covid-19 di era new normal. Acara yang disiarkan langsung atau live Instagram di milenialtalk.official dan akun Istagram Achmad Fahmi ini dimulai pukul 16.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB dan bertindak sebagai moderator Hasan Basri Founder/Director Executive MTI Indonesia.

Keterlibatan kaum millenial di tengah pandemi

'' Kami telah membuat roadmap millenial aktif dalam pencegahan Covid-19 khususnya [dalam] memasuki era  new normal,'' ujar Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi.

Salah satu kegiatan bagi kaum millenial diwujudkan melalui lembaga Sukabumi Creative Hub (SCH). Program pemberdayaan ekonomi kreatif yang dinamakan Bersama atau Berupaya Untuk Sesama adalah salah satu kegiatan yang telah dilakukan oleh SCH untuk menggerakkan kalangan milenial.

Dalam penanganan Covid-19 ini dengan merangkul komunitas yang ada baik ekonomi kreatif, seniman, budayawan, otomotif, dan lain sebagainya, wali kota berharap, kalangan millenial dapat menjadi agen sosialisasi era  new normal. Misalnya dengan menggaet selegram media sosial yang rata-rata anak muda dan pengikutnya banyak. Intinya sosialisasi ini merupakan gerakan bersama yang dilalukan secara  virtual.

Kalangan millenial dilibatkan dalam sosialisasi, perencanaan dan proses edukasi yang mutlak dilakukan dengan menggandeng elemen tersebut. Besarnya perhatian pada kalangan milenial ini, kata wali kota, didasarkan pada kepedulian pemerintah kepada generasi muda.

Kepedulian pemerintah kepada kaum millenial

'' Saya mendorong pembangunan dengan melibatkan pemuda dan membangun beberapa sarana prasarana untuk anak muda,'' cetus Fahmi. Sehingga kini banyak program prioritas yang melibatkan pemuda.

Misalnya melalui Musrenbang pemuda beberapa waktu lalu, anak muda benar-benar terlibat dalam menyalurkan aspirasinya dalam pembangunan di daerah.

 '' Mari sama-sama saya mengajak generasi milenial. Ini saatnya berkontribusi dan bersiap siaga mengeluarkan kemampuan karena masa depan saat ini yang akan diraih berbeda dengan tahun lalu,'' kata  Achmad Fahmi.

Bukan saatnya lagi saling mencaci dan saling memaki tetapi saling kontribusi dan menjalin kekuatan menghadapi pandemi Covid-19. Wali kota meyakini, era new normal akan dijalankan  sebaik mungkin dengan keterlibatan semua pihak termusuk kalangan milenial.

Posting Komentar

0 Komentar