Top Ads

Pemkot Jaring Aspirasi Pengemudi Ojek Online



SUKABUMI--Pemkot Sukabumi melakukan pertemuan dengan Forum silaturahmi online Sukabumi (Fosil), yang merupakan wadah perkumpulan komunitas ojek online Sukabumi Raya, Kamis (14/5). Kegiatan ini dalam rangka menyerap aspirasi dari pelaku ojek online yang terdampak Covid-19.

Pertemuan yang digelar di Balai Kota tersebut dihadiri Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi, Sekda Kota Sukabumi Dida Sembada dan perwakilan Fosil Sukabumi Raya serta Dinas Perhubungan (Dishub). '' Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Sukabumi adalah bagian dari PSBB di Jabar karena instruksi gubernur di 27 kota/kabupaten,'' ujar Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi.
Hal ini karena kondisi penambahan pasien positif Covid-19 cukup tinggi. Sehingga semua ketentuannya mengacu pada juklak dan juknis di Provinsi Jabar yang mengambil dasar dari Kemeterian Kesehatan. Salah satunya lanjut Fahmi, kebijakan PSBB dalam transportasi misalnya sepeda motor tidak dibenarkan membawa penumpang yang berbeda alamat dan harus sama alamatnya.

Kebijakan ini berdampak pada ojek online dan pangkalan terkait protap nasional itu. Di mana diantaranya menghilangkan membawa penumpang karena hanya barang dan makanan. Namun dalam kondisi Covid-19 ini semua terdampak baik ojek maupun bidang pekerjaan lainnya.

'' Terkait dukungan bantuan, kami siapkan jaring pengaman sosial,'' kata Fahmi. Nantinya ketika ada driver ojek online yang terdampak dan belum mendapatkan bantuan tinggal mengontak call center Halo Sosial Dinas Sosial ketika tidak mendapatkan bantuan.

Syaratnya, pengemudi ojek warga Kota Sukabumi yang terdampak Covid-19. Dalam pertemuan itu perwakilan pengemudi ojek online menyampaikan aspirasinya agar bisa membawa penumpang kembali.

'' Larangan membawa penumpang adalah kebijakan pusat dalam protap penerapan PSBB,'' ujar wali kota. Sehingga para driver bisa memahami ketentuan ini dan berharap pandemi Covid-19 berlalu.

Wali kota mengatakan, pemkot juga akan mengupayakan harapan para driver ojek agar dilibatkan dalam penyaluran bansos sembako kota. Namun hal ini masih harus menunggu kesepakatan dengan aplikator baik Gojek maupun Grab dan kemungkinan pada bulan Juni.

'' Pemkot juga kirim surat kepada aplikator ojek online untuk terapkan standar protokol kesehatan misalnya memberikan hand sanitizer dan masker,'' kata Fahmi. Selain itu sesuai dengan harapan driver ojek online, pihaknya akan mengirim surat imbauan kepada lembaga keuangan terkait relaksasi kredit kendaraan sesuai arahan presiden.

Ketua Fosil Sukabumi Hendra mengatakan, para driver ojek online terdampak pandemi merasakan sulit mendapatkan pesanan karena mengangkut penumpang ditiadakan. Sehingga pertama berharap bantuan bagi pengemudi ojek online. Kedua memberdayakan pendistribusian bansos kepada masyarakat. Selain berharap adannya kemudahan dalam pengantaran barang dan makanan di sejumlah titik.

Posting Komentar

0 Komentar