Top Ads

Pemkot Tampung Aspirasi AMIR Terkait Penanganan Covid-19


Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi menerima kedatangan Aliansi Muslim Indonesia Raya (AMIR) Sukabumi di Balai Kota Sukabumi, Senin (13/4). 




SUKABUMI--Dalam kegiatan ini AMIR menyampaikan aspirasi dan pernyataan sikap terkait penutupan pabrik dan industri di Kota Sukabumi. Pada kesempatan itu hadir Ketua AMIR Sukabumi Budi Lesmana dan perwakilan lainnya.

'' Kami sedang merumuskan dan mendesain roadmap dalam menghadapi panjangnya perjalanan Covid-19,'' ujar Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi ketika menerima AMIR.

Langkah apa saja yang telah dilakukan oleh pemerintah?

Berbagai kegiatan recofusing dalam rangka memusatkan kegiatan pada penanganan corona sudah dilakukan dan tahapan pelaksanaan kegiatan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Harus diakui, banyak sekali sektor terdampak oleh penyebaran corona ini,  bukan hanya ekonomi, perdagangan, UMKM juga terhadap kesehatan.

Dalam penanganannya sangat dibutuhkan  kebersamaan, sikap saling menguatkan, dan meningkatkan kebersamaan.

 '' Pada beberapa hari lalu, pemda ikut serta dalam penyelenggaraan  Vicon dengan Menaker, salah satu hasil dari telekonferensi ini yaitu pihak  perusahaan wajib membayarkan hak-hak karyawan jika melakukan PHK, meskipun pembayaran ditunda namun harus dibangun kesepakatan bersama  antara perusahaan dengan serikat pekerja,'' cetus H. Achmad Fahmi.

Perusahaaan juga  mengalami kesulitan di masa pandemi. Intinya saling menguatkan antara satu dan lainnya dan berkolaborasi dalam menghadapi Covid-19. Termasuk AMIR yang melakukan berbagai kegiatan yang dilakukan dan wali kota dan aparat menyisihkan anggaran dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Apa saja yang disampaikan oleh AMIR?

Ketua AMIR,  Budi Lesmana mengatakan, lembaganya bersuara terkait Covid-19 terutama pada sektor pekerja pabrik.

Ada empat hal yang disampaikan. Pertama, Wali kota dan DPRD Kota Sukabumi menindak para pengusaha yang tidak mematuhi protokol kesehatan dalam pandemi Covid-19.

Kedua, menghindari adanya episentrum baru pandemi pada pabrik-pabrik agar ditekankan jumlah rombongan kerja yang dapat meminimalisir kontak fisik massal.

Ketiga, memfasilitasi hubungan bipartit antara pengusaha dan pekerja dalam menghindari konflik.

Keempat, memfasilitasi para buruh dan pekerja agar tidak terjadi PHK massal, apabila ada perumahan agar hak-haknya agar diperhatikan.

'' Kami juga mengumpulkan donasi 100 paket sembako, target penyaluran terhadap komunitas pedagang kecil di depan sekolah dan miskin baru pekerja di rumahkan,'' kata Budi. Bantuan tersebut diberi nama bantuan sembako untuk warga miskin baru (Bakso Misbar). (OVI/WRS)


Posting Komentar

0 Komentar