Peringatan Isra Miraj, Dorong Penguatan Keagamaan Generasi Muda


SUKABUMI--Semarak peringatan Isra Miraj terlihat di Masjid At Toha RT 03 RW 11 Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Minggu (1/3) malam. Pada kegiatan tersebut hadir Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi yang menekankan pentingnya memperkokoh dan memperkuat nilai keagamaan khususnya kepada anak dan remaja sebagai generasi penerus bangsa.

Peringatan Isra Miraj tersebut juga dihadiri anggota DPRD Kota Sukabumi Dany Ramdani. '' Kegiatan ini semakin memperkuat dan memperkokoh sebagai seorang mukmin menguatkan kebersamaan,'' ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi dalam sambutannya. Isra Miraj bukan sekedar mendapatkan informasi atau kilas balik perjalanan Isra Miraj.

Namun intinya mengingatkan akan kekuatan dan kekuasaan Allah SWT memberikan nikmat kepada orang yang berhak dan mempunyai kekuasaan menyiksa orang yang berbuat maksiat. '' Ketika memperingati Isra Miraj seharusnya kita semakin taat kepada Allah SWT,'' cetus dia.

Khususnya dalam menjaga anak-anak sebagai generasi pelanjut. Wali kota menggambarkan beberapa hari lalu berkeliling memantau tempat hiburan malam bersama tim gabungan Polri/TNI untuk mengecek kondisi di tempat tersebut. Langkah ini ingin mengetahui peredaran minuman keras karena Sukabumi menerapkan 0 persen minuman beralkohol.

Selain itu mengecek jadwal operasional apakah sesuai dengan aturan pukul 24.00 WIB. Hasilnya dari lima tempat hiburan malam, rata-rata pengunjung tidak punya KTP atau di bawah 17 tahun. Setelah didata sebagian besar bukan warga Kota Sukabumi, namun khawatir orang dari daerah lain menjadi penyebab menularkan budaya tidak baik.

Oleh karenanya pemda langsung menegur keras pengelola tempat hiburan malam yang memasukkan usia di bawah 17 tahun dan masih menjual miras. Dari fakta itu kata Fahmi, pendidikan anak menjadi bagian tidak terpisahkan untuk mendorong mereka terhindar dari pengaruh negatif.

Pemkot dan DPRD menguatkan kegiatan keagamaan seperti subuh berjamaah, shalat Jumat keliling dan Magrib mengaji dari masjid ke masjid. Upaya ini untuk meningkatkan kualitas keagamaan. Di sisi lain para marbot masjid diberikan dana insentif karena marbot pertama ke masjid dan terakhir pulang.

Selain itu dana serupa diberikan kepada guru yang melaksanakan Magrib mengaji karena mendidik anak memiliki kemampian mengaji. Para guru TPA TPQ juga diberikan dana serupa dalam mendorong anak terhindar masalah dengan penguatan dari segi pendidkan agama.

'' Mari perkuat keimanan dan keislaman, ajak anak ikut kegiatan keagamaan dalam rangka membentuk karakter anak yang soleh,'' cetus Fahmi. Jangan sampai anak terbawa kegiatan negatif seperti kasus tawuran anak SD di Kabupaten Sukabumi, meskipun terjadi di daerah tetangga tapi terbawa nama Sukabumi.

Sehingga ungkap Fahmi, pengawasan dari orangtua harus ditingkatkan karena sejatinya pendidikan bukan hanya tugas sekolah melainkan tugas orangtua. Harapannya nilai-nilai agama moralitas, dan akhlak dapat ditekankan oleh orangtua.


Momen ini lanjut Fahmi, dalam rangka memperkuat keimanan dan ketakwaan terutama ditujukan kepada remaja dan pemuda karena mereka akan melanjutkan perjalanan bangsa ke depan. '' Mudah-mudahan Allah memberikan kemudahan dalam mendidik remaja jadi generasi yang dicintai Allah SWT,'' pungkasnya.

Posting Komentar

0 Komentar