Top Ads

Lewat Vicon, Pemkot Pantau Pelajar Belajar di Rumah


Upaya memantau kegiatan belajar anak di rumah dilakukan langsung Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi dan Wakil Wali Kota Sukabumi, H. Andri Setiawan Hamami. Langkah ini sebagai bagian dari pelaksanaan pengalihan belajar dari sekolah ke rumah dalam rangka pencegahan penyebaran korona atau Covid-19 mulai 16 Maret hingga 28 Maret 2020.





SUKABUMI-- Proses pemantauan dilakukan melalui video conference antara kepala daerah dengan para kepala sekolah SMP dan MTs se-Kota Sukabumi pada Rabu (18/3). Selain wali kota dan wakil wali kota video conference (Vicon) juga dihadiri Sekda Kota Sukabumi Dida Sembada, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi Nicke Siti Rahayu serta pejabat terkait lainnya.

Dalam kegiatan itu ada sebanyak 47 SMP/MTs yang terlibat dan menyampaikan proses pembelajaran di rumah.

'' Kami ingin memastikan proses pembelajaran di rumah dan para siswa tidak ada yang keluar rumah,'' ujar Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi. Hasilnya semua sekolah sudah menerapkan pembelajaran di rumah tersebut. Intinya, penekanan kepada orangtua dan pelajar bahwa sekola bukan libur, akan tetapi proses pembelajaran dilakukan di rumah dan harus mengerjakan tugas yang diberikan para guru di rumah.

Pada acara tersebut wali kota meminta sekolah memberikan laporan kepada dinas pendidikan mengenai kegiatan belajar di rumah. Setiap sekolah harus menerapkan pembelajaran berbasis digital yang baru pertama kali dilakukan dan diharapkan proses adaptasi bisa berlangsung dengan cepat.

Wali kota mengatakan, kondisi saat ini butuh penanganan serius bukan biasa-biasa saja dan membutuhkan kebersamaan dalam menjaga diri. Dalam hal ini tugas yang diberikan kepada anak harus yang bisa dilakukan di rumah dan tidak dilakukan dalam kerja kelompok di luar rumah.

'' Harapannya sampaikan kepada guru tugas kepada anak sifatnya yang mampu dilaksanakan di rumah dan bukan kerja kelompok di luar rumah,'' kata H. Achmad Fahmi. Selain itu pastikan orangtua melakukan pengawasan kepada anak.

Jangan sampai anak-anak jalan-jalan ke luar rumah. Hal ini sesuai dengan hastag yang digaungkan yakni #gausahkemanamana maksudnya di rumah saja. Dalam masa 14 hari penting untuk memutus mata rantai penyebaran virus korona. karena ini bukan hal biasa-biasa saja, jadi sangat membutuhkan partisipasi warga.

Di sisi lain, kata wali kota, ia juga telah meminta Dinas Satpol PP melakukan razia seandainya ada para pelajar di lokasi umum tempat hiburan dan sejenisnya. Sehingga anak-anak dipastikan tetap berada di rumah.

'' Targetnya kondisi kesehatan warga khususnya pelajar terjaga dan mereka tetap mengikuti pembelajaran di rumah,'' cetus H. Achmad Fahmi. Hal ini sejalan dengan arahan presiden, sekarang yang terpenting menjaga orang sehat agar tidak sakit.

Posting Komentar

0 Komentar