Pramuka Didorong Peduli Pada Masalah Sosial



SUKABUMI--Gerakan Pramuka di Kota Sukabumi didorong aktif dalam membantu pemerintah mengatasi masalah sosial dan siap menghadapi perkembangan teknologi. Semangat ini tampak dalam Rapat kerja cabang (Rakercab) Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Sukabumi tahun 2020 di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, Sabtu (8/2).

Rakercab ini dihadiri Wali Kota Sukabumi sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Sukabumi, H.  Achmad Fahmi dan Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Sukabumi, H.  Mohamad Muraz. '' Berbagai kegiatan dalam agenda kwarcab telah dilakukan di 2019 dan mengawali 2020 dengan rakercab,'' ujar Wali Kota Sukabumi.

Kegiatan ini diharapkan akan melahirkan agenda besar yang sifatnya tidak hanya seremonial atau rutinitas. Akan tetapi mampu menjawab tantangan dan peluang di masa datang. Terlebih, pramuka harus memahami perkembangan teknologi yang berjalan begitu cepat jauh lebih cepat dari perkiraan.

Pekembangan itu memiliki dampak positif dan negatif.  Pramuka tidak boleh tertinggal dengan pertumbunan perkembangan teknologi, begitu harapan H. Achmad Fahmi.

'' Pramuka berupaya mencari solusi atas pemasalahan yang ada,'' ujar H. Achmad Fahmi. Hal ini sesuai dengan amanat Ketua Kwarda Jabar, H.  Dede Yusuf agaf pramuka tampil paling depan dalam mencari solusi masalah sosial kemasyarakatan.

Misalnya, satu pekan ini ada kejadian penganiayaan di Kota Sukabumi terhadap warga dan polisi telah mengamankan lima orang  pelaku berusia  19-an tahun. Pelaku pembacokan usia sekolah ini sangat mungkin belum tersentuh kegiatan positif atau terkena pengaruh negatif teknologi informasi.

Sebelumnya , kata wali kota, ada kasus geng motor pelakunya berusia 16 tahun. Hal ini bisa jadi pramuka belum menyentuh mereka sehingga menjadi tantangan dan peluang bagi pramuka.

'' Pramuka jadi garda terdepan dalam pendidkan karakter anak bangsa,'' cetus H. Achmad Fahmi.

Dengan cara  berkolaborasi dan meningkatkan intensitas pembinaan kepada  anak-anak agar baik dalam berprilaku, jernih dalam berpikir,  dan benar  berucap sesuai dasadarma.

H. Achmad Fahmi mengatakan, masih banyak tugas yang belum dituntaskan, mari sama bergandengan tangan dan kolaborasi karena tantangan dari tahun ke tahun semakin besar. Contohnya isu robotic government akan mengurangi sumber daya manusia (SDM) yang sifatnya pelayanan publik dan harus menjadi tantangan bagi Pramuka untuk melahirkan SDM unggul.

'' Mudah-mudahan Rakercab ini mampu membuat roadmap  atau desain apa yang akan dilakukan meningkatkan kualitas SDM,'' pungkas dia. 

Posting Komentar

0 Komentar