Momen Shalat Subuh, Wali Kota Informasikan Soal CPNS dan Sensus Penduduk



SUKABUMI--Upaya meningkatkan kualitas keagamaan di tengah masyarakat terus dilakukan pemerintah kota. Salah satunya melalui gerakan shalat subuh berjamaah yang digencarkan Pemkot Sukabumi setiap Jumat di Masjid Agung Kota Sukabumi.

Pada Jumat (21/2), gerakan ini dihadiri lengkap pimpinan daerah yakni Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi, Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Setiawan Hamami, dan Sekda Kota Sukabumi Dida Sembada serta para asisten daerah Setda Sukabumi. Selain itu hadir Dandim 0607 Kota Sukabumi Letkol Inf Danang Prasetyo Wibowo dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sukabumi Chalik Mawardi.

'' Gerakan ini untuk meningkatkan kualitas keagamaan di tingkat aparatur dan masyarakat,'' ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi dalam sambutan selepas shalat subuh. Hal ini untuk menghadirkan keberkahan pada sebuah kota. Pada momen ini wali kota menyampaikan dua hal yakni informasi seleksi CPNS dan Sensus Penduduk 2020.

Di mana pertama, rekrutmen CPNS sudah memasuki tahapan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang beberapa waktu lalu dilakukan di Bandung. '' Khawatir informasi bias di masyarakat maka perlu disosialisasikan,'' ujar wali kota. Dari 3.001 calon hanya memperebutkan sebanyak 114 formasi di lingkup Pemkot Sukabumi.

Ada tiga bidang yang di tes dalam SKD yakni tes wawasan kebangsaan (TWK), tes karakteristik pribadi (TKP), dan tes inteligensi umum (TIU). Masing-masing bidang memiliki passing grade, kalau tidak lulus dalam passing grade gugur. Selain itu ada passing grade secara kumulatif digabung nilainya minimal 271 dan kalau kurang gugur.

Namun bukan berarti lulus passing grade lolos CPNS, karena harus mengkuti seleksi kompetensi bidang (SKB) sesuai dengan bidang formasinya. '' Yang berhak SKB tidak semua yang lulus passing grade SKD, karena hanya yang tiga besar dalam satu formasi yang masuk tahapan SKB,'' imbuh Fahmi.

Di sisi lain proses seleksi tidak melibatkan panitia seleksi daerah (panselda) yang diketuai sekda maupun wali kota dan wali kota wakil karena semuanya dilakukan Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Sebab panselda hanya menerima hasil dari BKN. Setelah mengisi soal, peserta langsung bisa melihat nilainya keluar karena berbasis komputer (CAT).

Sehingga warga harus hati-hati karena ada pihak tertentu mampu meluluskan. Terakhir wali kota menyampaikan sensus penduduk online sudah dimulai sejak 15 Februari 2020 hingga akhir Maret 2020 melaui sensus.bps.go.id. Sehingga warga dapat langsung ikuti arahan dalam link tersebut dan Sukabumi bisa melaksanakan 70 persen.

'' Saya berharap warga mensukseskan sensus penduduk online,'' kata Fahmi. Dandim 0607 Kota Sukabumi Letkol Inf Danang Prasetyo Wibowo menyampaikan infornasi mengenai isu keamanan nasional.         

Posting Komentar

0 Komentar