Top Ads

Sukabumi Launching Enam Paket Gesit Pisan Sanitasi


SUKABUMI--Awal 2020 menjadi momen bagi Pemerintah Kota Sukabumi berkomitmen untuk lebih memperhatikan masalah sanitasi. Caranya dengan meluncurkan paket unggulan pembangunan sanitasi yang dikemas dalam Gerakan Sukabumi tuntaskan pengelolaan air limbah domestik dan sampah berkelanjutan (Gesit Pisan).

Launching paket kebijakan sanitasi Kota Sukabumi ini dilakukan Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi dan didampingi Sekda Kota Sukabumi Dida Sembada dalam kegiatan implementasi program percepatan sanitasi permukiman (PPSP) di Hotel Maxone, Senin (13/1). Program Gesit Pisan ini terdiri dari enam paket yang diberi istilah menarik.

'' Masalah sanitasi berkaitan erat dengan attitude atau sikap dan infrastruktur,'' ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi. Oleh karenanya diperlukan sosialisasi dan edukasi kepada warga dalam merubah sikap dalam rangka peningkatan kesadaran tentang pentingnya sanitasi.

Sementara terkait percepatan infrastruktur untuk penuntasan sanitasi harus dilakukan dengan melibatkan semua pemangku kebijakan. Kedua upaya ini dalam melengkapi infrastruktur dan mengubah budaya masyarakat yang masih bermasalah.

Sehingga pada 2020 ini, Pemkot Sukabumi mengajukan usulan paket yang sudah dan akan dlakukan yang diberi nama Gesit pisan yakni Gerakan Sukabumi tuntaskan pengelolaan air limbah domestik dan sampah berkelanjutan Makna gesit yakni cepat dan tangkas dalam menangani sanitasi.

Semangatnya dengan ketangkasan dan kecepatan akan perbaiki sanitasi di Sukabumi yang belum mencapai ideal. Dalam Gesit Pisan ada enam paket kebijakan yang digulirkan.

Pertama, Cipelang Herang yang merupakan aset Sukabumi, kalau diberdayakan maka menghadirkan wisata alam dan masyarakat sehat di sekitarnya. Program ini mendapatkan dukungan dana dari pemerintah pusat Rp 14 miliar.

Cipelang Herang ini merupakan kepanjangan dari Sungai Cipelang Hejo alamna, raos tempatna dan ngagenclang caina. Ke depan Cipelang Herang menjadi ikon bagi Kota Sukabumi.

Pengembangannya akan dikoordinasikan dengan Kabupaten Sukabumi karena daerah perbatasan. Kedua ciptakan Kasihku yaitu kawasan bersih kota Sukabimiku. Untuk mewujudkannya bukan tugas pemeeintah saja akan tetapi tugas bersama agar Sukabumi bersih dan nyaman.

Ketiga perluasan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah dan TPA bersama yang saat ini masih terkendala karena makin menyempit lahannya. Sehingga ke depan akan membuat skenario dalam mengatasinya.

Ke empat penyediaan jamban sehat dan nyaman unuk keluarga atau disingkat Jas Nyamuk. Sebab masih banyak warga belum punya jamban dan belum satu pun kelurahan yang menyatakan ODF atau Open Defecation Free (ODF).

Kelima revitaliasi dan optimalisasi instalasi pengolahan air lumpur tinja (IPLT). Di mana Sukabumi mendapatkan dukungan dana Rp 8 miliar untuk pengolaan IPLT agar lebih sehat.

Ke enam Pesan Daku atau Pengelolaan sanitasi dengan dana kelurahan. Program ini digulirkan jangan sampai di kelurahan tidak ada program sanitasi. Selain enam paket itu ungkap Fahmi akan digalakann edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat termasuk di lingkungan sekolah.

Termasuk dengan menggalakan kegiatan Tukar Botol Plastik untuk Arisan Septik Thank (Turbotik Asep). Di sisi lain kata Fahmi pemkot juga mengajak kalangan pengusaha dengan program Pesan Kami atau Pengusaha sanitasi Kota Sukabumi.

Intinya Gesit Pisan ini mengajak untuk bersepakat bahwa sanitasi ini tidak berubah ketika tidak ada perubahan sikap sehingga diperlukan edukasi dan sosialisasi. '' Butuh perjuangan dan kemauan kerja keras dari semua pihak,'' kata Fahmi. Sehingga kolaborasi dengan melibatkan berbagai pihak akan terus digiatkan dan jangan merasa mampu kerja sendiri.   

Posting Komentar

0 Komentar