Geliat Syiar Islam di Sukabumi Lewat Gerakan Subuh Berjamaah



SUKABUMI--Semangat dan komitmen dalam menegakan syiar Islam dan ajaran agama terus digiatkan di Kota Sukabumi, melalui gerakan shalat subuh berjamaah di Masjid Agung Kota Sukabumi Jumat (24/1). Kegiatan ini diharapkan agar keberkahan selalu hadir di tengah masyarakat Kota Sukabumi.

Pada gerakan shalat subuh ini hadir Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi, Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Setiawan Hamami, Sekda Kota Sukabumi Dida Sembada, dan para aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Sukabumi serta warga sekitar. '' Mudah-mudahan gerakan shalat subuh ini tertularkan di wilayahnya masing-masing karena ada lurah dan camat,'' ujar Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi.

Dalam kesempatan itu wali kota menyampaikan beberapa informasi mengenai seputar kota. Pertama gerakan pengurangan sampah plastik dengan diterbitkannya Perwal Nomor 19 Tahun 2019 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik.

Sebab sebagian besar dari produksi sampah 171 ton per hari berasal dari plastik. Harapannya aturan ini disosialisasikan kepada aparatur dan warga, namun bukan hanya disosialisasukan tapi diaplikasikan. '' Mari sama-sama berkomitmen tekan sampah plastik,'' ujar Fahmi.

Misalnya ketika berbelanja membawa kantong sendiri atau membeli kantong ramah lingkungan. Selain itu kata Fahmi, tingkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana akibat cuaca ekstrem. Hal ini karena adanya laporan bencana akibat longsor dan rumah roboh dalam sepekan terakhir.

Langkah antisipasi menjadi hal yang harus diperhatikan karena bukan hanya tugas aparatur melainkan semua elemen masyarakat. Mohon dukungan dari warga karena cuaca ekstrem akan berlangsung hingga pertengahan Februari.

Wali kota juga menyampaikan pada Kamis (23/1) menerima aspirasi dari mahasiswa mengenai berbagai seperti parkir liar. Hal ini akan menjadi perhatian untuk ditindaklanjuti. Lebih lanjut Fahmi menyampaikan mengenai program udunan online, di mana warga bisa saling membantu.


Kondisi ini karena keterbatasan pemerintah dalam hal kewenangan dan penganggaran. Dengan adanya program ini bisa dengan mudah berkoordinasi untuk membantu orang yang mengalami masalah. Terakhir ada 10 titik kelurahan sport center yang sudah terbangun dan bisa menjadi ajang kumpul dan berolahraga warga. Keberadaaanya dapat menaikkan indeks kebahagian masyarakat.

Posting Komentar

0 Komentar