Top Ads

Cegah Bank Emok, Pemkot Sukabumi Kaji Terbitkan Perwal



SUKABUMI--Pemerintah Kota Sukabumi berkomitmen untuk membantu warga agar terhindar dari jeratan bank emok atau rentenir yang memberatkan. Salah satunya dengan merencanakan menerbitkan produk hukum seperti peraturan wali kota (Perwal) untuk mencegah maraknya bank emok di tengah masyarakat.

Selain itu dengan menggulirkan sejumlah program yang mempermudah warga dalam akses permodalan untuk usaha. '' Berdasarkan masukan dari berbagai elemen masyarakat, kami tengah mengkaji lahirnya perwal untuk meminimalisir bank emok atau rentenir,'' ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi, Selasa (7/1).

Masukan ini misalnya datang dari Aliansi Muslim Indonesia Raya (AMIR) dan elemen lainnya yang melakukan audiensi bersama wali kota di Balai Kota Sukabumi, Senin (6/1). Wali kota mengatakan, pembahasan lebih lanjut mengenai produk hukum tersebut akan dilakukan oleh tim kecil dari pemerintah.

Seperti diketahui bank emok merupakan kegiatan pemberian pinjaman secara berkelompok yang biasanya menjadikan ibu-ibu sebagai targetnya dengan bertransaksi sambil emok. Arti emok merupakan cara duduk perempuan dalam bahasa Sunda yang bersimpuh menyilangkan kaki ke belakang.

Fahmi mengatakan, pemkot juga menggulirkan sejumlah program dalam mencegah warga terjerat rentenir. Misalnya dengan mendorong pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) majelis taklim yang dititipkan anggaranya di DKM.

Program lainnya yang akan digulirkan adalah Anti nginjeum ke rentenir (Anyelir). Penyaluran kredit Anyelir ini merupakan program lanjutan pendidikan pelatihan melalui Sukabumi Kelurahan Entrepreneurhip Center (Kece).

Di mana banyak usia produktif yang belum bekerja dilatih dan mendapatkan pendampingan menjadi wirausaha baru. Rencananya penyaluran kredit tanpa agunan dan tanpa bunga, namun mereka harus ikut Sukabumi Kece.

Wali kota juga menyampaikan pemerintah telah menggulirkan program udunan online bekerjasama dengan Rumah Zakat. Harapannya sejumlah masalah sosial seperti rumah roboh dapat diatasi dengan cepat karena adanya bantuan dari warga yang peduli melalui aplikasi atau website Udunan online.

Selain itu muncul program mengatasi renternir atau bank emok melalui Rumah Zakat yakni program arisan ibu-ibu setempat. Intinya ini bukan gerakan masing-masing tapi gerakan bersama dan insya Allah bisa melakukan perbaikan-perbaikan.   

Posting Komentar

0 Komentar