Percepat Pembangunan Kesehatan Lewat Optimalisasi Posyandu



SUKABUMI--Beragam cara dilakukan Pemerintah Kota Sukabumi untuk mempercepat pembangunan di bidang kesehatan. Salah satunya dengan optimalisasi keberadaan Posyandu dan Posbindu melalui Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) Posyandu.

Hal ini disampaikan Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi dalam pelantikan pengurus Pokjanal Posyandu Kota Sukabumi di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi, Rabu (18/12). '' Pokjanal posyandu yang baru dikukuhkan ini mampu melakukan percepatan pembangunan bidang kesehatan'' ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi.

Kondisi ini karena keberadaan posyandu dan posbindu mendukung visi misi di bidang kesehatan. Pokjanal yanh dikeuai Asda Dua Setda Kota Sukabumi Cecep Mansyur dapat melakukan harmonisasi dan percepatan lebih pesat untuk Sukabumi lebih maju.

Khususnya dalam koordinir posyandu dan posbindu sehibgga terarah dan target capaian yang diharapkan bisa dijaga. Misalnya revitalisasi posyandu menjadi strata mandiri. Saat ini posyandu mandiri baru 57,17 persen atau 259 posyandu dari 453 posyandu se Kota Sukabumi.

Sisanya posyandu strata purnama sebanyak 120 dan strata madya sebanyak 74. Targetnya pada 2020 seluruh posyandu dan posbindu menjadi strata mandiri. Upaya ini agar pelayanan terus berjalan makin baik dari waktu ke waktu.

Terlebih tantangan ke depan tidak mudah yakni percepatan teknologi informasi yang membutuhkan kader siap, tidak hanya pelayaman namun cepat meresspon kebutuhan warga yang membutuhkan layanan. '' Kami memberikan dukungan kepada posyandu sebagai bentuk komitmen kepada para kader memberikan pelayanan lebih baik,'' imbuh dia.

Pada momen ini juga wali kota menyampaikan satu tahun kepemimpinan wali kota dan wakil melalui film pendek dalam rangka evaluasi berbagai program. Di mana program terus berbasiskan kemasyarakatan dan harapannya para kader posyandu membantu sosialiasikan kepada warga.

Misalnya aplikasi Sukabumi Participated Responder (Super) ysng merespon keluhan masyarakat dan masuk dalam Jabar Quick Respon. Selain itu gerakan magrib mengaji dalam bidang agama, dan layanan homecare, ambulans sigap, dan puskesmas klinik sore di bidang kesehatan serta rumah singgah di Bandung.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, KB, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP2KBP3APM) Kota Sukabumi Nuraeni Komarudin menambahkan, pemerintah memberikan perhatian berupa insentif dana operasional untuk posyandu sesuai strata. Di dalamnya juga ada dana insentif untuk para kader posyandu.

Menurut Nuraeni, harapannya pada 2020 mendatang semua posyandu dapat meningkat menjadi mandiri. Sehingga hal ini dapat meningkatkan kualitas layanan kepada warga.

Posting Komentar

0 Komentar