Wali Kota Sukabumi Jenguk 13 Pelajar SD yang Diduga Keracunan Permen


Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi menjenguk pelajar SD Fathia yang diduga mengalami keracunan di RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, Jumat (15/11). Kedatangan orang nomor satu di Kota Sukabumi ini untuk memantau secara langsung kondisi pelajar.

Data dari RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi menyebutkan, ada 13 pelajar SD Fathia Kecamatan Cibeureum yang diduga mengalami gejala keracunan seperti pusing. Diduga gejala tersebut terjadi setelah pelajar mengkonsumsi permen yang dibeli di sebuah minimarket.

 '' Sudah bersama-sama dilihat, anak mulai normal dan bahkan ada yang berlari-lari,'' kata Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi. Gejala keracunan diduga berasal dari permen kemasan yang dibeli salah seorang pelajar dan dibagikan ke yang lainnya.

Namun untuk memastikannya, wali kota telah meminta Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopdagrin) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk mengambil sampel permen di minimarket. Langkah ini untuk diketahui kandunganya. Permen itu dikabarkan belum masuk masa kadaluarsa karena baru habis pada 2021 mendatang.

Kasubag Hukum dan Humas RSUD Syamsudin SH, Supriyanto mengatakan, ada pasien masuk 13 anak sementara diduga keracunan makanan. '' Rata-rata anak yang keracunan berusia sekitar 8 tahun,'' kata dis Gejala yang dirasakan seperti pusing atau sakit kepala. Kini kondisi 13 anak secara keseluruhan bagus dan sementara belum ada indikasi dirawat. Sehingga mereka diperbolehkan pulang.

Namun pihak rumah sakit akan tetap melalukan observasi dan terus memantau perkembangan kondisi fisik anak-anak. Sehingga kondisi kesehatan akan terus terpantau dengan baik.

Posting Komentar

0 Komentar