Tekan Kematian Ibu dan Bayi, Sukabumi Perkuat Standar Pelayanan Minimal



SUKABUMI--Pemerintah Kota Sukabumi berupaya memperkuat standar pelayanan minimal dalam bidang kesehatan. Terutama fokus dalam menekan angka kematian ibu dan anak. Komitmen ini disampaikan Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi dalam acara koordinasi lintas program dalam penguatan pemenuhan standar pelayanan minimal dan akselarasi kematian ibu dan bayi di Kota Sukabumi tahun 2019 di Hotel Horison, Kamis (28/11).

Mengawali sambutannya wali kota berpantun. Makan bubur dipengkolan, kaget lihat ada mantan.Terimakasih Dinkes atas berbagai bentuk pelayanan.

Berikutnya, Sungguh syantik gadis Kota Sukabumi, tersenyum manis di pagi hari. Mari kita saling bersinergi untuk hilangkan angka kematian ibu dan bayi.

'' Kesehatan adalah pelayanan yang paling utama yang harus diberikan kepada masyarakat,'' ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi. Sebabnya derajat pendidikan warga akan terhambat bila mereka alami gangguan kesehatan.

Berbagai pelayanan kesehatan sampai saat ini dirasakan oleh masyarakat. Harapannya ketika meningkat naik kelas maka akan terjadi peningkatan kinerja yang luar biasa.

Namun berdasarkan data angka kematian ibu cenderung meningkat pada 2018 lalu angka kematian ibu sebanyak 7 dan pada 2019 mencapai 12 kasus. Sementara angka kematian anak mengalami penurunan. Pada 2017 sebanyak 45, 2018 sebanyak 34 kasus dan 2019 hingga Oktober 33 kasus. Ke depan pemkot akan terus menekan kasus kematian ibu dan anak.

Caranya dengan penyediaan sarana pelayanan kesehatan, yang semakin baik dan mudah menyasar kepada masyarakat. Dinkes harus terdepan mengawal visi misi dan berbagai unggulan khususnya bidang kesehatan.

Posting Komentar

0 Komentar