Shalat Subuh Berjamaah, Wali Kota Imbau Waspadai DBD dan Paparkan Prestasi


SUKABUMI--Gerakan shalat subuh berjamaah jadi media untuk meningkatkan kualitas keagamaan. Momen ini juga menjadi ajang silaturahmi antara warga dan aparatur serta menyampaikan program pembangunan pemerintah kepada masyarakat.

Hal inilah inti yang disampaikan Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi seusai shalat subuh berjamaah di Masjid Agung Kota Sukabumi, Jumat (1/11). Hadir dalam kesempatan itu Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Setiawan Hamami, Sekda Kota Sukabumi Dida Sembada, dan para aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Sukabumi.

'' Gerakan ini sebagai upaya meningkatkan kualitas keagamaan dan berbagai prestasi dunia harus seimbang dengan prestasi akhirat,'' ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi. Dalam konteks Islam kemajuan atau sukses dunia dan akhirat, mari sama-sama berprestasi di dunia dan akhirat.

Pada kesempatan itu Wali kota memberikan informasi BMKG terkait musim hujan mulai berlangsung Nopember 2019 dan puncaknya Januari-Februari 2020, yang biasanya ditandai dengan peningkatan kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD). Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi menyebutkan dalam rentang Januari-September 2019 tercatat 683 kasus DBD dan kondisi ini cukup tinggi.

Ke depan dalam musim peralihan kemarau ke hujan dikhawatirkan terjadi peningkatan kasus DBD dan biasanya naik di musim hujan. Sehingga diperlukan peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di lingkungan masing-masing.

Fahmi mengatakan, dalam beberapa pekan terakhir Kota Sukabumi meraih sejumlah penghargaan. Pertama Anugerah Pandu Negeri untuk kategori silver dari Indonesian Institute for Public Governance (IIPG) dalam acara Anugerah Pandu Negeri (APN) 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (25/10).

Selanjutnya penghargaan Kota Layak Pemuda kategori Pratama dari Kementrian Pemuda dan Olahraga pada 28 Oktober 2019 lalu. Pemkot dinilai melibatkan kolaborasi kegiatan dengan anak muda dan ke depan terus dibina dan dikawal kolaborasi antara aparatur dengan pemuda.


Selain itu anugrah lingkungan yang diraih Kelurahan Jayamekar dan Kelurahan Baros Kecamatan Baros pada hari habitat sedunia pada Kamis (31/10). Prestasi ini sebagai bentuk dukungan dan kolaborasi antara warga dan wilayah lurah atau camat dalam perbaikan ekosistem setempat.

Terakhir, Pukesmas Sukabumi mendapatkan akreditasi paripurna. Sebelumnya puskemas di kota hanya masuk akreditasi kategori utama, madya dan pratama. Harapannya pelayanan semakin baik dalam akomodir layanan kesehatan warga misalnya klinik sore mulai pukul 15.00 WIB hingga 19.00 WIB. 

Informasi lainnya ungkap Fahmi, terkait formasi CPNS yang telah diumumkan oleh pemerintah pusat dan rencananya dibuka pada 11 Nopember 2019. Di mana Pemerintah Kota Sukabumi mendapatkan kuota CPNS sebanyak 114 formasi.

 '' Ini sifatnya terbuka kota sebatas mengajukan kebutuhan CPNS, sementara pelaksanaan tes dan pengumuman dilakukan pemerintah pusat,'' cetus Fahmi. Ia mengimbau warga jangan mudah tergoda ada yang menjanjikan diterima CPNS karena pelaksanaan seleksi dilakukan pemerintah pusat secara terbuka dan profesional.       

Posting Komentar

0 Komentar