Hari Guru Momen Giatkan Inovasi Pendidikan



SUKABUMI--Upacara Hari Guru Nasional Ke-25 dan HUT PGRI Ke-74 di Kota Sukabumi dipusatkan di Lapang Merdeka Kota Sukabumi, Senin (25/11). Pada upacara ini Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup).

Peringatan tersebut diawali dengan penampilan devile para pegurus cabang (PC) PGRI dari 7 kecamatan, IGTKI, Himpaudi, dan para guru madrasah. Dalam kesempatan tersebut hadir Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Setiawan Hamami, Sekda Kota Sukabumi Dida Sembada, Ketua DPRD Kota Sukabumi Kamal Suherman, Ketua TP PKK Kota Sukabumi Fitri Hayati Fahmi daan Ketua PGRI Kota Sukabumi Saepurohman Udung.

Upacara HUT PGRI dan Hari Guru Nasional kali ini mengambil tema Peran Strategis Guru dalam mewujudkan SDM Indonesia unggul, selain itu PGRI jembatan sejati meraih Religius, Aman, dan Sejahtera untuk Kota Sukabumi. Peringatan itu dilengkapi dengan pembacaan ikrar guru Indonesia dan sejarah singkat PGRI.

Pada momen itu Wali Kota Sukabumi membacakan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. '' Sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang sepengetahuan saya sambutan tersingkat yang mampu memberikan inspirasi kepada kita semua,'' ujar Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi.

Selanjutnya, kepada para guru selamat berinovasi, bekerja dan berprestasi dan melakukan perbaikan mulai dari kelas sebagaiman amanat dari Menteri Pendidikan dan Pendidikan. Selain itu selamat berjuang membangun negeri tercinta dengan berkolaborasi bersama pemkot.

'' Biasanya tradisi Hari Guru dipenuhi oleh kata-kata inspiratif dan retorik. Mohon maaf, tetapi hari ini pidato saya akan sedikit berbeda,'' kata Fahmi mengutip sambutan awal Menteri Pendidikan. Di mana pada sambutanya menteri berbicara apa adanya, dengan hati yang tulus, kepada semua guru di Indonesia dari Sabang sampai Merauke, guru Indonesia yang tercinta, tugas anda adalah yang termulia sekaligus yang tersulit.

Menurut Fahmi mengutip mendikbud, para guru ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan. Jika ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu anda habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas.

Para guru juga mengetahui bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan. '' Anda ingin mengajak murid keluar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya, tetapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan,'' ujar dia.

Selanjutnya guru frustasi karena anda tahu bahwa di dunia nyata kemampuan berkarya dan berkolaborasi akan menentukan kesuksesan anak, bukan kemampuan menghafal. Guru tahu bahwa setiap anak memiliki kebutuhan berbeda, tetapi keseragaman telah mengalahkan keberagaman sebagai prinsip dasar birokrasi.

Selain itu guru ingin setiap murid terinspirasi, tetapi tidak diberi kepercayaan untuk berinovasi.'' Saya tidak akan membuat janji-janji kosong kepada anda,'' kata dia. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, Menteri akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia. Namun, perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dari guru.

Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambillah langkah pertama. Besok, di mana pun anda berada, lakukan perubahan kecil di kelas anda. - Ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar. - Berikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas - Cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas. Temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri.

 - Tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan. Apa pun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak.

Posting Komentar

0 Komentar