Gerakan Subuh Berjamaah dan Maulid Nabi Perkuat Kegiatan Keagamaan


SUKABUMI--Gerakan shalat subuh berjamaah di Masjid Agung Kota Sukabumi pada Jumat (15/11) terasa istimewa, karena dirangkaikan dengan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW. Acara maulid nabi ini digagas Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Sukabumi dengan tema Meraih cinta sang Nabi, meraih ridho Ilahi dalam rangka mewujudkan Kota Sukabumi yang religius, nyaman, dan sejahtera.

Penceramah maulid Nabi juga istimewa yakni Ketua MUI Kota Sukabumi KH Fathullah Manshur, Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi dan pimpinan pusat dakwah Nuurussagaf Sukabumi Habib Sholeh bin Muhamad Assegaf. Hadir dalam kegiatan itu Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Setiawan Hamami, Sekda Kota Sukabumi Dida Sembada dan perwakilan Forkopimda.

'' MUI dan Baznas serta Masjid Agung berkolaborasi menggelar maulid nabi Muhammad dalam rangka syiar Islam dan peningkatan ketaatan kepada Allah SWT,'' ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi. Dalam momen ini diingatkan akan hadist dan ayat suci Alquran yang memperkuat kegiatan keagamaan.

Intinya kata Fahmi, keberkahan, kedamaian dan ketenangan akan hadir ketika nilai-nilai akhlak, etika dan budaya berbasiskan agama diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Khusus untuk aparatur pemerintah semua adalah teladan dan contoh bagi masyarakat.

Oleh karenanya wali kota mengajak marilah menjadi pribadi terpuji mulai dari pikiran, perkataan dan perbuatan. Dalam kesempatan itu wali kota juga menyampaikan informasi seluruh kepala daerah provinsi dan kota/kabupaten bersama unsur Forkopimda dikumpulkan dan merapatkan arahan langsung dari presiden wapres dan semua menteri pada Rabu (13/11).

'' Arahannya pembangunan harus dibangun dengan sinergitas antara seluruh pihak sehingga tidak hanya kepala daerah,'' kata Fahmi. Termasuk bidang agama, pemerintah daerah dan MUI di tingkat kota sudah baik dan harus disukseskan di tingkat kecamatan dan kelurahan.

Selain itu presiden mengatakan, tidak mungkin pembangunan tanpa inovasi, maka provinsi dan kota/kabupaten harus mengembangkan pembangunan berbasiskan inovasi. Setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) minimal satu inovasi khususnya pelayanan publik dan harapannya semua SKPD melakukan inovasi dan jangan takut pernah lakukan inovasi.

Wali kota juga menyampaikan informasi kasus kecanduan anak dengan game di HP atau gawai berdasarkan data Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) di bawah Dinsos Kota Sukabumi menyebutkan, sejak Oktober 2018 hingga Oktober 2019 mencapai 38 anak, kebanyakan tingkat SD dan SMP. Dari 38 anak, satu diantaranya terbebas kecanduan karena menjalani terapi.

'' Orangtua harus lebih melakukan pengawasan dan pemerintah menggiatkan kegiatan berbasiskan nilai keagamaan seperti gerakan sholat subuh berjamaah dan gerakan magrib mengaji agar menjadi keluarga berkah,'' kata Fahmi. Di sisi lain kasus yang ditangani P2TP2A Kota Sukabumi dari 138 kasus, 117 kasusnya kasus anak.

Menghadapi itu ungkap Fahmi, pemkot akan terus melakukan sosialisasi dan menghidupkan kegiatan keagamaan. Hal ini dalam upaya membuat masyarakat kita beradab dengan melibatkan lembaga keagamaan dan pendidikan Islam di wilayah.

Posting Komentar

0 Komentar