BSMSS Dorong Lahirnya Kampung Agrowisata Sukabumi



SUKABUMI--Kegiatan Bhakti Siliwangi Manunggal Satata Sariksa (BSMSS) di Kelurahan/Kecamatan Lembursitu resmi ditutup oleh Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi, Minggu (24/11). Dalam kegiatan tersebut terbangun jalan setapak sepanjang 300 meter dan lebar 1,2 meter yang berada di Kampung Lemburtipar RW 08 dan Kampung Amarayah RW 03 Kelurahan Lembursitu.

Keberadaan jalan setapak ini menjadi awal pengembangan kawasan agrowisata. Selain wali kota, penutupan BSMSS ini dihadiri Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Setiawan Hamami, Dandim 0607 Kota Sukabumi Letkol Inf Danang Presetyo Wibowo, dan Kapolres Sukabumi Kota AKBP Wisnu Prabowo.  BSMSS yang digelar selama 14 hari sejak 6-19 November 2019 merupakan kerjasama Kodim 0607 Kota Sukabumi dengan Dinas Pengendalian Penduduk, KB, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP2KBP3PM) Kota Sukabumi.

‘’ BSMSS salah satu bentuk wujud bentuk kemanunggalan antara TNI dan warga serta pemda karena warga ikut terlibat,’’ ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi. Hal ini sejalan dengan tagline bersama rakyat TNI kuat.

Fahmi mengatakan, apa yang dibangun selama dua minggu ini adalah stimulan karena masih banyak yang harus dikerjakan. Nantinya  warga bersama pemerintah kota yang menjaga,, memelihara, dan memperbaiki.

Rencananya ungkap Fahmi, pada 2020 pemda melanjutkan pembangunan fisik yang dilakukan dalam BSMSS. Khususnya dalam membangun kawasan agrowisata misalnya dengan membawang trek sepeda di tengah sawah dan hal unik lainnya.




Dandim 0607 Kota Sukabumi Letkol Inf Danang Presetyo Wibowo mengatakan, apa yang dilakukan dalam BSMSS merupakan wujud kerjasama antara pemkot dan TNI mempermudah jalur transportasi meskipun jaalannya hanya untuk sepeda. ‘’ Sarana ini mohon dipelihara untuk kepentingan bersama dan kalau rusak kecil segera diperbaiki,’’ kata dia.

Kepala DP2KBP3PM Kota Sukabumi Nuraeni Komarudin menambahkan, awalnya rencana pembangunan jalan setapak hanya sepanjang 205 meter dan lebar 1,2 meter. Namun dalam pelaksanananya bertambah panjan mencapai 300 meter dan lebar 1,2 meter sehingga terdapat kelebihan sepanjang 95 meter yang pembangunannya merupakan swadaya masyarakat.

Maksud dan tujuan kegiatan ini menumbuhkembangkan gotongroyong yang tumbuh dan berkembang sebagai nilai budaya bangsa yang harus dilestarikan. Selain itu memperkuat integarasi sosial dan memperkokoh negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Posting Komentar

0 Komentar