Wali Kota Sukabumi : Mahasiswa Jadi Duta-Duta Pengguna Internet Sehat




SUKABUMI--Para mahasiswa di Kota Sukabumi diharapkan menjadi duta-duta pengguna internet sehat. Upaya ini untuk menangkal informasi yang negatif dan mengadu domba di media sosial (medsos).

Oleh karenanya Pemerintah Kota Sukabumi menyambut positif kegiatan Seminar Kesehatan yang bertemakan Internet negatif, mengundang cyber bullying di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi, Minggu (6/10). Acara yang dihadiri Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi ini digagas Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Sukabumi.

'' Jalan jalan ke Sukabumi, jangan lupa membeli moci. Kalau kalian patah hati jangan curhat dina FB,'' ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi yang mengawali sambutannya dengan pantun. Selanjutnya wali kota pun menyampaikan pantun kedua.

'' Sukabumi kota sehat, karena warganya rajin olaharga. Mari gunakan internet secara sehat, supaya sehat jiwa kita''. Makna dari kedua pantun ini yakni wali kota mengajak mahasiswa menggunakan internet secara sehat agar jiwa sehat.

Para mahasiswa ungkap Fahmi dapat menjadi duta-duta pengguna internet secara sehat. Sehingga mahasiswa memposting sesuatu yang baik dan positif di medsos. Generasi muda Sukabumi kata Fahmi harus sehat secara fisik dan jiwa ditandai dengan penggunaan internet yang positif.

Sehingga mahasiswa menjadi bagian dari energi positif dalam pembangunan. Misalnya kalau curhat tidak usah di media sosial seperti Facebook. Sebabnya pengalaman panjang Indonesia dijajah oleh bangsa lain dan diadu domba oleh bangsa lain.

Saat ini terjadi lagi melalui media sosial. Di mana aksi anarkis terjadi pemicunya melalui media sosial karena tidak dewasa menyikapi medsos dan mudah terprovokasi karena tidak sehat dari sisi kejiwaan.

Fahmi mengatakan, memahami situasi perkembangan yang paling cepat saat ini terjadi di bidang teknologi dan informasi, kesehatan dan infrastruktur. Tapi yang paling cepat perkembangan pembangunan di bidang teknologi. Sehingga pembangunan di bidang kesehatan berkejar-kejaran dengan teknologi.

Contoh sederhana bagaimana revolusi industri 4.0 sekarang Jepang proklamirkan 5.0 menunjukkan kecepatan teknologi dan infomrasi sesuatu yang sangat sulit dikejar. '' Di satu sisi bersyukur teknologi akan mempercepat pembangunan di sektor yang lain,'' imbuh Fahmi.

Termasuk dunia kesehatan beradaptasi dengan teknologi dan kepala daerah dengan kecepatan teknologi mengontrol wilayahnya dengan media tersebut. Namun tidak bisa dipungkiri lanjut Fahmi, ada sisi negatif. Di mana kedekatan dengan gawai dengan handphone atau smartphone yang menyebablan seseorang tidak bisa lepas dari kehidupan.

'' Mending teu jajan daripada lepas dari HP, kalau tidak pegang mati gaya,'' ujar Fahmi. Dalam artian ada kecanduan yang dialami warga dan ini harus disikapi dengan baik.

Posting Komentar

0 Komentar