Pemkot Sukabumi Mendorong Pengurangan Risiko Bencana



Kota Sukabumi berkomitmen untuk mendorong upaya pengurangan risiko bencana di tengah masyarakat. Targetnya ketika terjadi bencana, maka warga mengetahui langkah penyelamatan diri.

Caranya dengan menggiatkan Forum Group Discusion (FGD) kesiapsiagaan bencana untuk mewujudkan Kota Sukabumi tangguh bencana yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi di Hotel Fresh, Selasa (22/10). '' Pada 13 Oktober 1989, PBB menetapkan hari Pengurangan Risiko Bencana dalam artian bagaimana menyadarkan edukasi dan informasikan kesiapsiagaan bencana,'' ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi dalam sambutan pembukaan FGD.

Hal ini bagian dari meminimalisir risiko ketika terjadi bencana. Sebabnya, seringkali ketika terjadi bencana menimbulkan korban dan seberapa besar korban tergantung kewaspadaan menghadapi potensi musibah.

Fahmi mengatakan, sebagian besar permasalahan yang terjadi dikarenakan kesiapsiagaan seorang atau individu dalam menghadapi potensi bencana. Dalam FGD ini memberikan edukasi bagaimana menghadapi potensi musibah dan menyadari Sukabumi rawan bencana.

Dari data yang ada sampai Oktober 2019 ini tercatat 155 bencana. Kebanyakan adalah kebakaran permukiman dan lahan di musim kemarau. Hampir setiap hari terjadi kebakaran di lahan terbuka.

Setelah kebakaran cuaca ekstrem, longsor, dan genangan air. Upaya menghadapi potensi bencana tidak hanya dilakukan BPBD, kewaspadaan bencana harus dipersiapkan bersama karena seberapa kuat menjalin sinergitas, seberapa kompak akan mampu hadapi potensi bencana

Langkah pencegahan juga diperlukan ketika ada perizinan pembangunan maka harus memperhatikan potensi bencana termasuk struktur bangunan. '' Perizinan harus melibatkan BPBD dalam memberikan saran dan informasi terkait jalur evakuasi dan penyelematana warga seandainya terjadi musibah,'' imbuh Fahmi.

Hal ini sebagai bentik kolaborasi yang harus disiapkan. Di sisi lain aparat wilayah segera memberikan edukasi kepada warga, agar ketika terjadi musibah korban bisa ditekan karena mengetahui cara penyelamatan diri ketika hadapi musibah.

Fahmi mengatakan, FGD memberikan informasi kepada aparatur dan aparatur nantinya memberikan dukasi kepada warga di wilayahnya masing masing. Inti ya kesiapsiagaan dan kewaspadaan bukan tugas perorangan melainkan tugas bersama.

'' Mari sama-sama kolaborasi dan menjadi duta duta untuk kesiapsiagaan bencana dan edukasi kepada warga,'' kata Fahmi. Selain itu ketika terjadi bencana dapat menjadi relawan dan pascabencana melakukan pendampingan korban terkena dampak musibah.

Posting Komentar

0 Komentar