Festival Soekaboemi Tempo Doeloe, Angkat Sisi Sejarah Sukabumi



SUKABUMI--Pameran dan Festival Soekaboemi Tempo Doeloe 2019 yang digelar di Wisma Wisnu Wardani Kota Sukabumi memang nampak berbeda dari pameran biasanya. Sejak Sabtu (5/10) pagi, suasana di halaman Wisma Wisnu Wardani di Kompleks Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Polri Sukabumi berubah menjadi suasana kuno.


Para penghuninyapun menggunakan busana kuno mulai dari Kebaya, Pangsi, seragam tentara rakyat, hingga kostum-kostum yang digunakan pada jaman dahulu. Disana pengunjung tidak akan menemukan barang-barang mewah dan juga modern karena hanya ditampilkan barang antik peninggalan dulu. Hadir dalam pembukaan festival Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi, Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Setiawan Hamami, Kepala Setukpa Lemdikpol Brigjen Agus Suryanto, dan Dandim 0607 Letkol Inf Danang Prasetyo Wibowo.


 '' Kita tidak bisa lepas dari sejarah dan sudah ditegaskan para pendahulu jangan pernah melupakan sejarah,'' ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi. Bukan hanya sejarah politik dan pemerintahan, akan tetapi pembangunan yang dilakukan pada masa lalu termasuk peninggalan sejarah.


Di Indonesia kata Fahmi, hanya 5 kota/kabupaten yang memiliki ciri peninggalan sejarah yang sama pada masa Belanda yakni DKI Jakarta, Surabaya, Malang, Bandung, serta Kota Sukabumi. Di mana peninggalan bangunan hampir mirip dan jadi kebanggaan tersendiri.


Kondisi ini berharap menjadi pendorong bagi pemda dalam kerangka menjaga bangunan atau peninggalan dalam bentuk apapun. Sebabnya hal tersebut menjadi bagian tidak terpisahkan dari sejarah agar teridentifikasi dan ada dasar hukum perlindungannya.


Kini ungkap Fahmi, pemkot tengah membahas naskah akademik peraturan daerah (perda) cagar budaya dengan melibatkan berbagai elemen. Targetnya tahun depan perda untuk melindungi berbagai peninggalan sejarah bisa disahkan.


 '' Berharap Soekaboemi Tempo Doelu bukan menjadi melankolis atau berandai-andai pada waktu dulu, harapannya ke depan napak tilas dari berbagai perencanaan yang dilakukan pendahulu,'' imbuh Fahmi. Sehingga pemkot mengucapkan terimakasih kepada Yayasan Dapuran Kipahare yang menggagas acara dan Setukpa Polri yang menyediakan lokasi acara.


Kolaborasi ini lanjut Fahmi untuk mendukung Sukabumi sebagai kawasan wisata heritage di Jawa Barat. Gubernur Jabar meminta waktu selama 3 bulan untuk menyatakan Sukabumi layak atau tidak sebagai daerah wisata heritage. Namun sambung Fahmi, di Sukabumi terdapat banyak bangunan heritage seperti stasiun, pegadaian, Setukpa Polri, dan rumah pengasingan Bung Hatta. Sehingga optimis dapat menjadi kawasan wisata heritage di Jabar. 

Posting Komentar

0 Komentar