Dukung Program Pesantren Sehat Pemkot Sukabumi Lakukan Pembinaan Poskestren




Edukasi dan penerapan hidup sehat perlu dilakukan di pondok pesantren. Hal ini dilakukan karena pondok pesantren merupakan tempat belajar, tempat tinggal, dan tempat berinteraksi santri secara bersama-sama di bawah bimbingan guru atau kiai.


Oleh karenanya Dinas Kesehatan Kota Sukabumi melakukan Pembinaan Pos Kesehatan Pondok Pesantren (Poskestren), dalam mendukung program pesantren sehat di Kota Sukabumi. 


Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi memberikan arahan dalam pembinaan tersebut. '' Dalam ajaran Islam memiliki banyak dalil baik hadist dan ayat Alquran serta pendapat alim ulama yang berhubungan dengan kesehatan,'' ujar Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi.


Hal ini menunjukkan ajaran islam merupakan ajaran sangat mementingkan dunia kesehatan. Misalnya mulai dari bangun tidur semua aktivitas dalam kerangka menjaga kesehatan.


Dalam perjalanannya pemerintah harus membuat Poskestren dalam mendukung kesehatan warga lingkup pesantren. Upaya ini ditujukan agar apa yang diwariskan dapat diwujudkan dalam kehidupan keseharian di bidang pendidikan khususnya pesantren. 


Sebelumnya nilai kesehatan di pondok pesantren sejak dulu jauh dari standar. Diperlukan pembangunan kesehatan bukan hanya tugas pemerintah melainkan semua elemen terkait.


Pemerintah kata Fahmi membutukan peran para alim ulama untuk menguatkan dan mengokohkan semangat pembangunan kesehatan berbasiskan pondok pesantren. Intinya kolaborasi akan terjalin jauh lebih baik dengan hadirnya Poskestren.


''Ketika santri sehat akan mendapatkan ilmu yang sebaik-baiknya karena bisa konsentrasi dalam belajar,'' imbuh Fahmi. Kesehatan penting dalam kerangka meningkatkan kualitas santri dalam memperdalam ilmu agama.


Para alim ulama kata Fahmi, dapat menguatkan santri-santri yang sehat. Komitmen ini diharapkan mendorong pondok pesantren yang sehat.


Dari 103 pondok pesantren ungkap Fahmi, baru ada 15 poskestren jadi masih cukup banyak pondok yang belum memiliki poskestren. Targetnya di lembaga pesantren yang belum ada poskestren nantinya akan ada fasilitas kesehatan terdekat.


Upaya ini dalam memberikan manfaat secara maksimal baik untuk santri maupun pemangku kepentingan pesantren. '' Kesehatan prioritas utama, tidak mungkin diselesaikan hanya oleh pemerintah daerah mari sama sama perkuat komitmen,'' cetus dia.


Ke depan lanjut Fahmi, harus ada roadmap jelas terkait advokasi kesehatan. Apalagi, sudah tidak masanya santri seperti santri masa lalu karena masa depan pondok pesantren harus lebih necis, gagah, dan sehat. Intinya komitmen pembangunan kesehatan harus terjaga untuk sama-sama mencetak generasi terbaik dari pondok pesantren.

Posting Komentar

0 Komentar