Forkopimda dan Pendidik di Sukabumi Deklarasi Tolak Ajakan Unjukrasa Libatkan Siswa



SUKABUMI- Unsur forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) dan tenaga pendidik di Kota Sukabumi menggelar rapat koordinasi di Aula Graha Rekonfu Polres Sukabumi Kota, Minggu (29/9) sore. Dalam momen tersebut dilakukan deklarasi yang berisi menolak ajakan unjukrasa melibatkan siswa yang berpotensi kekerasan.

Langkah tersebut untuk menyikapi adanya aksi unjukrasa beberapa waktu lalu yang melibatkan siswa sekolah. Rapat yang dipimpin oleh Kapolres Sukabumi Kota AKBP Wisnu Prabowo tersebut dihadiri Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi, Dandim 0607 Kota Sukabumi Letkol Inf Danang Prasetyo Wibowo, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Sukabumi, dan para kepala sekolah.

'' Kami mendukung upaya menciptakan suasana kondusif di wilayah Kota Sukabumi dengan memastikan anak-anak kita melakukan apa yang harus dilakukan sebagai seorang pelajar,'' ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi. Para pelajar jangan mudah terprovokasi dan memprovokasi ajakan demo yang begitu cepat disampaikan penyampaian melalui HP/gadget.

Oleh karena itu kata Fahmi, ia meminta para tenaga pendidik untuk memantau para siswa terutama di media sosial. Sehingga hal-hal yang tidak diinginkan dapat dicegah sedini mungkin.



Kapolres Sukabumi Kota AKBP Wisnu Prabowo mengatakan, dilaksanakannya kegiatan ini untuk mengajak peran serta semua elemen masyarakat khususnya unsur Forkopimda dan pendidik Kota Sukabumi untuk mencegah keterlibatan pelajar sekolah dalam aksi unjuk rasa yang berpotensi kekerasan tersebut. Ia menyampaikan bahwa peran pengawasan guru dan orang tua putra putri maupun peserta didiknya harus senantiasa ditingkatkan guna mencegah keterlibatan pelajar sekolah dalam aksi unjuk rasa yang berpotensi kekerasan.

Kegiatan ini lanjut Wisnu, untuk menyikapi situasi kondisi saat ini dimana semakin banyaknya ajakan ataupun seruan melalui media sosial baik itu facebook, instagram, twitter maupun whatsapp grup. Dalam media itu mengajak anak didik bukan hanya pelajar tingkat SMA/ SMK tetapi sekarang sudah mengajak kepada pelajar SMP.

Di akhir acara, puluhan peserta rapat koordinasi membacakan deklarasi menolak ajakan unjuk rasa yang berpotensi kekerasan. Deklarasi segenap unsur pendidik di wilayah Sukabumi mengajak kepada para orang tua pelajar SMA / SMK dan SMP untuk pertama tidak mengijinkan serta melarang, para pelajar Sukabumi untuk mengikuti kegiatan unjuk rasa yang berpotensi pada tindakan kekerasan, kekacauan dan perusakan.

Kedua, mengawasi serta menjaga keamanan dan keselematan para pelajar di dalam dan diluar lingkungan sekolah untuk tidak terprovokasi oleh ajakan - ajakan aksi unjuk rasa maupun informasi menyesatkan yang dapat merugikan. Ketiga, membangun komunikasi yang harmonis serta memastikan putera/puterinya mengikuti proses pembelajaran sesuai dengan ketentuan.

Terakhir, menolak segala seruan / ajakan unjuk rasa yang melibatkan pelajar, karena kewajiban pelajar bukan untuk melakukan unjuk rasa.

Posting Komentar

0 Komentar