Wali Kota Sukabumi Launching Kampung Zakat Tabungan Barokah




SUKABUMI--Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi melaunching kampung zakat tabungan barokah (Tabarok) di RW 01 Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Selasa (25/6) malam. Program inovasi di kelurahan ini dapat mendorong upaya percepatan pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah.


Launching kampung zakat dan tabungan barokah ini turut dihadiri komisioner Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Sukabumi Muchtar Ubaidillah dan Lurah Cikundul Agus Heryanto, tokoh agama. ‘’ Tabungan barokah atau Tabarok adalah bagian inovasi masyarakat untuk mendukung proses pembangunan yang tidak bisa semuanya dipenuhi oleh pemerintah daerah,’’ kata Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi. 


Saat ini jumlah penduduk Kota Sukabumi mencapai sebanyak 324 ribu jiwa. Sementara APBD Sukabumi hanya Rp 1,3 triliun, sehingga sulit membangun daerah secara ideal dengan hanya mengandalkan anggaran pemerintah.


‘’ Yang harus dilakukan bagaimana berkolaborasi dan saling mendukung serta menggulirkan inovasi untuk mendukung pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah,’’ cetus Fahmi. Sebabnya jika hanya pemerintah maka tidak akan selesai, contoh sederhana dalam masalah rumah tidak layak huni (Rutilahu).


Dari data yang ada jumlah rutilahu mencapai ribuan unit. Sementara kemampuan pemerintah baik pusat, provinsi dan kota dalam satu tahun hanya ratusan unit yang diperbaiki.


Oleh karena itu lanjut Fahmi, pemkot menerapkan konsep Pentanhelix yang terdiri dari lima unsur atau pilar dalam percepatan pembangunan yakni ABCGM. Ke limanya yakni akademisi, bisnisman atau pengusaha, komunitas warga masyarakat, government pemda dan media.


Dari lima pilar pembangunan itu termasuk warga yang saat ini di Kelurahan Cikundul menggulirkan tabungan barokah. Di sisi lain, saat ini pemkot sedang membentuk forum silih asah silih asuh yang nantinya akan lahir program unggulan yakni program udunan online.


Program ini akan membuat sistem aplikasi, dimana warga berkecukupan dapat memberikan donasi atau bantuan mereka melalui udunan online. Program ini digulirkan karena keterbatasan anggaran pemda dalam pembangunan.


‘’ Makanya perlu kolaborasi, pemda punya harapan besar dengan inovasi tabungan barokah, ‘’ ungkap Fahmi Harapannya, kampung zakat tabungan barokah ini bisa diterapkan di wilayah lain yang di lapangan dibarengi dengan pembentukan unit pengumpul zakat (UPZ).


Petugas UPZ lanjut Fahmi, akan dikelola oleh para petugas yang sudah di berikan SK. Nantinya petugas akan melakukan pengumpulan, penyimpanan dan pengeloaan. Dalam tabungan barokah warga menabung Rp 1.000 per hari dan terus dilakukan berkelanjutan.Targetnya petugas dapat mengemban amanah dengan baik dan transparan agar dipercaya warga. 


Lurah Cikundul Agus Heryanto mengatakan, gerakan ini sebagai bagian ikhtiar menumbuhkan kembali kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap sesama. ‘’ Selain itu mendorong program pemerintah dalam rangka mengentaskan kemiskinan dan penanganan masalah sosial,’’ cetus dia.


Agus menuturkan, pengelola UPZ yang mengelola tabungan barokah akan menjaga akuntabiltas uengimpulan dan pendayagunan. Sementara  keluraham dan Baznas melakukan monitoring dan evaluasi

Posting Komentar

0 Komentar