Puskesos mendorong peningkatan kesejahteraan dan perlindungan sosial bagi warga



SUKABUMI--Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi menghadiri sosialisasi pembentukan pusat kesejahteraan sosial (Puskesos) tingkat kelurahan se-Kota Sukabumi tahun 2019 di Kelurahan/Kecamatan Warudoyong, Rabu (19/6). Keberadaan puskesos ini dapat mendorong peningkatan kesejahteraan dan perlindungan sosial bagi warga.

Puskesos ini sebagai sistem rujukan layanan terpadu dalam pelayanan kepada warga.'' Salah satu yang melatar belakangi kegiatan ini adalah peningkatan kesejahteraan dan perlindungan sosial bagi masyarakat,'' ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi.

Dengan adanya sosialisasi ini kata Fahmi, diharapkan adanya proses pertumbuhan Puskesos di seluruh kelurahan Kota Sukabumi. Di Kota Sukabumi Puskesos yang ada baru ada dua yakni Puskesos K61 Karangtengah dan Puskesos K61 Karamat yang proses pembentukanya langsung dari Kementerian Sosial. Sehingga nantinya dari 33 kelurahan diharapkan dapat terbentuk Puskesos.

Puskesos kata Fahmi merupakan lembaga yang dibentuk oleh Desa/Kelurahan yang memudahkan warga miskin dan rentan miskin di Desa/Kelurahan terkait untuk menjangkau layanan perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan yang dikelola oleh pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, pemerintah Desa/Kelurahan dan Swasta/CSR. Dimana pemerintah desa/kelurahan diharapkan menyediakan kontribusi aturan dan anggaran untuk pelaksanaan puskesos.

Kelompok sasaran Puskesos ungkap Fahmi adalah warga miskin dan rentan miskin yang terdapat atau tidak terdapat dalam basis data terpadu yang dihasilkan melalui pemutakhiran basis data terpadu (PBDT) 2015 atau yang ada dalam basis data Sistem Informasi dan Konfirmasi Data Sosial Terpadu (Siskadasatu) yang tinggal di Desa/Kelurahan setempat. Selain itu penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang ada di Desa/Kelurahan setempat, warga Desa/Kelurahan setempat lainnya yang memerlukan pelayanan perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan.

Fahmi meyakini dengan kegiatan sosialisasi pembentukan puskesos di tiap-tiap kelurahan akan berdampak positif terhadap pencapaian secara bertahap Visi dan Misi Wali Kota dan Wali Kota Sukabumi dan memberikan manfaat untuk kepentingan pembangunan. Di mana pembangunan tidak hanya tanggung jawab pemerintah, namun membutuhkan peran dan kontribusi seluruh elemen masyarakat.

Termasuk Puskesos yang memberikan kemudahan pelayanan langsung terhadap warga miskin dan rentan untuk mendapat pelayanan perlindungan sosial atau bansos dan Permasalahan PMKS (Penyandang masalah Kesejahteraan sosial ) seperti anak terlantar, ODGJ, lansia terlantar dan lain-lain dapat tertangani.

Wali kota berharap dengan sosialisasi ini adalah masyarakat dapat memanfaatkan keberadaan Puskesos di tiap tiap kelurahan sehingga di Kota Sukabumi dapat terwujudnya sinergi antara berbagai elemen dalam masyarakat dalam rangka mencegah, mengurangi atau meminimalisir terjadinya permasalahan PMKS. Di samping itu bantuan sosial dapat tepat sasaran.

Terlebih kata Fahmi, penduduk miskin dan rentan menjadi salah satu agenda utama penanganan pemerintah. Khususnya dalam rangka penanggulangan kemiskinan.

Hal ini telah diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 2 tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Untuk menjalankan agenda tersebut, memerlukan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan yang terdiri dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha (sektor swasta), dan masyarakat.

Dalam penanggulangan kemiskinan lanjut Fahmi, pemerintah saat ini telah menyelenggarakan berbagai program untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Upaya ini dilakukan melalui perbaikan serangkaian program perlindungan sosial skala nasional yang mencakup 40 persen masyarakat berpendapatan terendah diantaranya program beras bersubsidi bagi penduduk perpenghasilan rendah dan program keluarga harapan (PKH).

Selain itu program Indonesia pintar (PIP) yang disalurkan melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Indonesia Sehat (PIS) yang disalurkan melalui Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Fahmi menerangkan pemerintah juga menyelenggarakan program-pogram pemberdayaan masyarakat serta penyediaan akses terhadap kredit mikro, inklusi keuangani telah berpartisipasi aktif dalam melaksanakan program perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan.

Berdasarkan kajian kata Fahmi, Sistem Layanan dan Rujukan dalam upaya mewujudkan Kota Sukabumi Yang Religius, Nyaman dan Sejahtera. Salah satu strategi Pemerintah Kota Sukabumi adalah dengan mengikut sertakan seluruh steakholder untuk berperan serta secara aktif dalam setiap tahapan pembangunan.

Hal ini tentunya lanjut Fahmi, didasarkan pada pemikiran bahwa tatakelola pemerintahan pada saat ini haruslah di topang oleh lima pilar yang kokoh dan kredibel yaitu Akademisi, Bisnis Community, Government, dan Media. Sehingga dapat terbentuk masyarakat berakhlakul karimah, sehat, cerdas, kreatif dan berbudaya serta memiliki kesetiakawanan sosial.

Posting Komentar

0 Komentar