GNOTA Kota Sukabumi Latih Pelajar Kurang Mampu Agar Hidup Mandiri



SUKABUMI--Yayasan Lembaga Gerakan Nasional Orangtua Asuh (GNOTA) Kota Sukabumi memberikan pelatihan kepada belasan pelajar kurang mampu. Harapannya mereka dapat memiliki bekal untuk hidup mandiri dengan keterampilan yang dimiliki.


Program pelatihan ini salah satunya pemberian keterampilan merias atau kecantikan yang dilakukan di SMA Negeri  3 Sukabumi, Senin (24/6). ‘’ Selain bantuan donasi berupa uang, para pelajar kurang mampu juga diberikan pelatihan,’’ ujar Ketua Yayasan Lembaga GNOTA Kota Sukabumi Fitri Hayati Fahmi.


Pelatihan ini dapat menjadi pendorong bagi siswa untuk dapat hidup mandiri dengan bekal keahlian. Menurut Fitri, para pelajar yang berjumlah 15 orang ini akan diberikan pelatihan sejak 24-29 Juni 2019 mendatang.


Mereka berasal dari 15 sekolah swasta yang ada di Sukabumi. Selama lima hari mereka dibina dan digembleng agar memperoleh keterampilan merias kecantikan.


Fitri mengatakan, kegiatan pelatihan ini bersumber dari GNOTA yang dananya berasal dari masyarakat. Sehingga pelatihan ini harus benar-benar dimanfaatkan oleh pelajar untuk menjadi generasi muda berprestasi dan mandiri.


Rencananya kata Fitri, pelatihan ini akan terus dilakukan hingga mencapai 100 orang pelajar kurang mampu dalam setahun. Di mana jenis pelatihan tidak hanya kecantikan, melainkan tata boga dan las.


Lebih lanjut Fitri menerangkan, Yayasan Lembaga GNOTA pada tahap pertama 2019 ini telah mendapatkan donasi mencapai Rp 104.830.000. Rinciannya dana dari Pemkot Sukabumi Rp 60.000.000 dan Orangtua asuh Rp 44.830.000.


Dari dana itu penyerahan bantuan GNOTA Kota Sukabumi tahap pertama yang disalurkan kepada pelajar pada 28 Mei 2019 lalu sebesar Rp 63.050.000. Jumlah pelajar SD hingga SMA yang memperoleh bantuan mencapai 205 orang anak.


Salah seorang pelajar SMK Bina Teknika Sukabumi, Akika Agrianti Putri mengatakan, pelatihan ini sangat bermanfaat. ‘’ Manfaatnya bisa buka usaha salon dan pemahaman kecantikan menjadi lebih luas,’’ terang dia.


Akika menerangkan, dalam pelatihan ini diberikan keterampilan mengenai merias dan creambath. Selain itu pelajar langsung bisa praktek dengan membawa model.

Posting Komentar

0 Komentar