Eratkan Persaudaraan, Persatuan dan Kesatuan Pemkot Sukabumi Gelar Halalbihalal



SUKABUMI - Pemerintah Kota Sukabumi menggelar acara halal bihalal di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi Jumat (14/6). Kegiatan tersebut menjadi momen untuk kembali merekatkan kembali persaudaraan, persatuan dan kesatuan antara masyarakat setelah proses pilkada, pemilihan presiden dan anggota legislatif beberapa waktu lalu.

Hadir dalam kesempatan itu Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi beserta istri Fitri Hayati Fahmi dan Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Setiawan Hamami dan istri Eva Siti Rahmatillah. Selain itu hadir Dandim 0607 Kota Sukabumi Letkol Kav Mujahidin, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Sukabumi Ganora Zarina, Polres Sukabumi Kota, dan elemen masyarakat lainnya serta aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Sukabumi.

Istimewanya halal bihalal juga dihadiri wali kota Sukabumi periode sebelumnya yakni Wali Kota Sukabumi Periode 2013-2018 Mohamad Muraz, penjabat wali Kota Sukabumi Dady Iskandar selama empat bulan pada 2018, dan istri mantan wali Kota Sukabumi Isye Mokh Muslikh Abdussyukur. Momen ini juga diisi ceramah Ustad Ahmad Humaedi atau Ustad Ahum dari Bandung.

'' Halal bihalal menjadi salah satu bagian merekatkan kembali persaudaran, persatuan dan kesatuan,'' ujar Wali Kota Sukabumi Achmaf Fahmi dalam sambutannya. Ia mengatakan halal bihalal kali ini menjadi sesuatu yang luar biasa.

Pertama terang Fahmi, karena halal bihalal digelar setelah proses pilkada Sukabumi yang sangat panjang dan hasilnya terpilih Achmad Fahmi dan Andri Setiawan Hamami sebagai wali kota dan wakil wali Kota Sukabumi 2018-2023. Selain itu setelah proses pelaksanaan pemilihan presiden dan legislatif.

Fahmi mengatakan, even politik yang dilakukan bersama sebagai bagian pesta demokrasi. Di mana halal bihalal diharapkan merekatkan ukhuwah Islamiah dan ukhuwah wathaniah warga Sukabumi.

'' Beda pilihan dalam pesta demokrasi suatu kewajaran, jangan beda pilihan terjadi friksi yang berkepanjangan,'' cetus Fahmi. Termasuk tahapan pilpres masih berjalan proses selanjutnya. Oleh karena itu ia meminta tokoh ulama dan lintas agama agar menjaga Kota Sukabumi dalam keadaan aman hingga proses itu selesai.

Fahmi mengajak masyarakat bersama-sama menjaga kondusifitas wilayah Sukabumi. Walaupun ada dinamika di tingkat nasional biarkan di nasional jangan di daerah ikut-ikutan terpengaruh.

Sebabnya lanjut Fahmi, pesta demokrasi sudah selesai mari sama sama 'beberes'. '' Kalau ada lantai kotor mari sapu dan pel, ada piring kotor mari sama cuci dan gelas retak mari benahi,'' ungkap dia.

Hal ini tutur Fahmi, karena ingin kota Sukabumi tetap dalam keadaan kondisi terbaik dibandingkan kabupaten/kota lain secara nasional. Apalagi, Kota Sukabumi tidak akan berdiri dengan tegak dan tidak ada akan melesat dari sisi pembangunan tanpa ada kolaborasi.

Intinya kata Fahmi, perbedaan pasti ada tidak mungkin tidak ada. Ia mencontohkan meskipun anak kembar sekalipun mempunyai sikap dan perilaku berbeda. Namun perbedaanya jauh lebih sedikit dibandingkan persamaan sebagaimana masyarakat umumnya.

'' Ada 340 ribu warga Sukabumi pasti ada pilihan dan kepentingan berbeda mari sikapi perbedaan jangan sebagai titik utama,'' ujar Fahmi. Ia meyakini persamannya akan lebih banyak dari perbedaan yang ada.

Pemkot sambung Fahmi mendorong masyarakat menjadi pribadi terpuji dan sibuk memikirkan mencermati diri sendiri dibandingkan mencermati perilaku orang lain. Meskipun kalau ingin mencari perbedaan pasti ada namun tumbuhkan persamaan.

Lebih lanjut Fahmi menuturkan, pesta demokrasi seluruhnya sudah selesai mari sama-sama lakukan kolaborasi terbaik. Dimulai menghadirkan pikiran dan membenahi pikiran agar baik, bersih, dan jernih.

''Momen halal bihalal mengeratkan inter dan antar umat beragama dan berbagai elemen, sehingga Sukabumi bisa melesat melanjutkan kepemimpinan sebelumnya,'' ungkap Fahmi. Sebagai wali kota bersama wakil wali kota akan melanjutkan dan menuntaskan program sebelumnya dan akan menyeimbangkan pembangunan infrastruktur dan keagamaan.

Misalnya kota akan ditata seperti Pasar Pelita dibangun dan pembangunan di berbagai wilayah. Pembangunan di bidang keagamaan, pemda sudah keluarkan aturan agar gaji ASN dipotong untuk zakatnya. Penguatan bidang keagamaan lainnya yakni Subuh berjamaah dan Magrib mengaji dalam menyeimbangkan pembangunan infrastruktur dengan agama.

Terakhir kata Fahmi, mari antisipasi dan waspadai diri kita dengan maraknya provokasi yang menyebar di gadget. Warga Sukabumi dapat menjaga jangan mudah terprovokasi dan memprovokasi di media sosial.

'' Mari jaga masyarakat dan Kota Sukabumi, kita lahir dengan cinta dan berkumpul dengan cinta mari bina pupuk cinta,'' imbuh Fahmi. Sehingga mari bangun Sukabumi dengan penuh kecintaan karena itu yang akan menghidupkan kita semua. Khususnya dalam mewujudkan Sukabumi semakin religius, nyaman dan sejahtera ( Renyah).

Posting Komentar

0 Komentar