Wakil Walikota Pimpin Upacara Harkitnas



SUKABUMI-Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Setiawan Hamami memimpin upacara peringatan hari kebangkitan nasional ke-111 di Balai Kota Sukabumi Senin (20/5). Upacara tersebut diikuti oleh unsur forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) dan pegawai di 
lingkup Pemkot Sukabumi.


Dalam kesempatan itu Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Setiawan Hamami menyampaikan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Republik Indonesia Rudiantara. Mengutip sambutan Menkominfo dalam naskah Sumpah Palapa yang ditemukan pada Kitab Pararaton tertulis, Sira Gajah Madapatih Amangkubhumi tan ayun amuktia palapa, sira Gajah Mada.


"Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, Tanjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa".


Memang ada banyak versi tafsiran atas teks tersebut, umumnya para ahli sepakat bahwa amukti palapa berarti sesuatu yang berkaitan dengan laku prihatin sang Mahapatih Gajah Mada. '' Artinya, ia tak akan menghentikan mati raga atau puasanya sebelum mempersatukan Nusantara,'' kata Andri.


Sumpah Palapa tersebut merupakan embrio paling kuat bagi janin persatuan Indonesia. Wilayah Nusantara yang disatukan oleh Gajah Mada telah menjadi acuan bagi perjuangan berat para pahlawan nasional untuk mengikat wilayah Indonesia seperti yang secara de jure terwujud dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia saat ini.


Andri mengatakan, peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang ke-111, 20 Mei 2019, kali ini sangat relevan jika dimaknai dengan teks Sumpah Palapa tersebut. Sebabnya Indonesia berada dalam situasi pasca-pesta demokrasi yang menguras energi dan emosi sebagian besar masyarakat kita. 


Masyarakat mengaspirasikan pilihan yang berbeda-beda dalam pemilu, namun semua pilihan pasti kita niatkan untuk kebaikan bangsa. Oleh sebab itu tak ada maslahatnya jika dipertajam dan justru mengoyak persatuan sosial kita.


'' Alhamdulillah, sampai sekarang ini tahap-tahap pemilihan presiden dan wakil presiden serta anggota legislatif berlangsung dengan lancar,'' ujar Wakil Wali Kota Sukabumi. Kelancaran ini juga berkat pengorbanan banyak saudara-saudara kita yang menjadi anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara, bahkan berupa pengorbanan nyawa.


Sungguh mulia perjuangan mereka untuk menjaga kelancaran dan kejujuran proses pemilu ini. Sambil mengirim doa bagi ketenangan jiwa para pahlawan demokrasi tersebut, alangkah eloknya jika kita wujudkan ucapan terima kasih atas pengorbanan mereka dengan bersama-sama menunggu secara tertib ketetapan penghitungan suara resmi yang akan diumumkan oleh lembaga yang ditunjuk oleh undang-undang, dalam waktu yang tidak lama lagi.--Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Setiawan Hamami memimpin upacara peringatan hari kebangkitan nasional ke-111 di Balai Kota Sukabumi Senin (20/5). Upacara tersebut diikuti oleh unsur forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) dan pegawai di 
lingkup Pemkot Sukabumi.


Dalam kesempatan itu Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Setiawan Hamami menyampaikan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Republik Indonesia Rudiantara. Mengutip sambutan Menkominfo dalam naskah Sumpah Palapa yang ditemukan pada Kitab Pararaton tertulis, Sira Gajah Madapatih Amangkubhumi tan ayun amuktia palapa, sira Gajah Mada.


"Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, Tanjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa".


Memang ada banyak versi tafsiran atas teks tersebut, umumnya para ahli sepakat bahwa amukti palapa berarti sesuatu yang berkaitan dengan laku prihatin sang Mahapatih Gajah Mada. '' Artinya, ia tak akan menghentikan mati raga atau puasanya sebelum mempersatukan Nusantara,'' kata Andri.


Sumpah Palapa tersebut merupakan embrio paling kuat bagi janin persatuan Indonesia. Wilayah Nusantara yang disatukan oleh Gajah Mada telah menjadi acuan bagi perjuangan berat para pahlawan nasional untuk mengikat wilayah Indonesia seperti yang secara de jure terwujud dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia saat ini.


Andri mengatakan, peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang ke-111, 20 Mei 2019, kali ini sangat relevan jika dimaknai dengan teks Sumpah Palapa tersebut. Sebabnya Indonesia berada dalam situasi pasca-pesta demokrasi yang menguras energi dan emosi sebagian besar masyarakat kita. 


Masyarakat mengaspirasikan pilihan yang berbeda-beda dalam pemilu, namun semua pilihan pasti kita niatkan untuk kebaikan bangsa. Oleh sebab itu tak ada maslahatnya jika dipertajam dan justru mengoyak persatuan sosial kita.


'' Alhamdulillah, sampai sekarang ini tahap-tahap pemilihan presiden dan wakil presiden serta anggota legislatif berlangsung dengan lancar,'' ujar Wakil Wali Kota Sukabumi. Kelancaran ini juga berkat pengorbanan banyak saudara-saudara kita yang menjadi anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara, bahkan berupa pengorbanan nyawa.


Sungguh mulia perjuangan mereka untuk menjaga kelancaran dan kejujuran proses pemilu ini. Sambil mengirim doa bagi ketenangan jiwa para pahlawan demokrasi tersebut, alangkah eloknya jika kita wujudkan ucapan terima kasih atas pengorbanan mereka dengan bersama-sama menunggu secara tertib ketetapan penghitungan suara resmi yang akan diumumkan oleh lembaga yang ditunjuk oleh undang-undang, dalam waktu yang tidak lama lagi.

Posting Komentar

0 Komentar