Lantunan dzikir asmaul husna mewarnai peringatan Hardiknas

Ratusan siswa dan siswi mengenakan pakaian muslim berarna putih dengan kompaknya berzkir di depan podium lapang merdeka Kota Sukabumi, kamis (2/5)



SUKABUMI - Pemerintah Kota Sukabumi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memperingati Hari Pendidikan Nasional 2019, yang bertemakan " Menguatkan Pendidikan Memajukan Kebudayaan", Kamis (2/5) di Lapang Merdeka Kota Sukabumi.


Sejak pukul 06.30 WIB pagi sebelum upacara peringatan Hardiknas dimulai di Lapang Merdeka Kota Sukabumi terdengar suara lantunan dzikir asmaul husna yang dibacakan oleh para pelajar di Kota Sukabumi, nampak terlihat dengan menggunakan baju muslim berwarna putih mereka dengan fasih nya membacakan asmaul husna. Selain itu, ditampilkan juga pembacaan surat-surat pendek oleh tahfidz quran dan persembahan lagu Yajamalu oleh siswa siswi SLB Budi Nurani Kota Sukabumi. 



Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Setiawan Hamami, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Sukabumi Dudi Fathul Jawad, Persatuan Guru Republik Indonesia(PGRI), unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta tamu undangan lainya dan peserta upacara yang diikuti oleh siswa/siswi SD, SMP dan SMA yang ada di kota sukabumi.



Dalam acara tersebut juga diisi dengan beberapa rangkaian kegiatan seperti pemberian penghargaan kepada para siswa berprestasi, pementasan drama musikal dari siswa SMK dan defile paskibraka dan drumband dari siswa SMP dan SMA.


'' Kerja terberat ke depan sebagaimana arahan menteri Pendidikan dan Kebudayaan, bagaimana pembangunan sumber daya manusia menjadi prioritas utama,'' ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi di sela-sela peringatan hari pendidikan nasional. Oleh karena ke depan pengalokasian anggaran pendidikan harus lebih berpihak dalam pembentukan karakter anak-anak bangsa.


Selain itu kata Fahmi, pemkot juga berupaya meningkatkan angka partisipasi murni (APM) pendidikan. Di mana angka partisipasi murni jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD) sebesar 99.4 persen dan jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) 96.4 persen serta rata-rata lama sekolah (RLS) 9.73 tahun.


Terakhir angka melek huruf mencapai 99.99 persen. Sementara angka partipasi murni tingkat SMA kewenangannya berada di provinsi.


Lebih lanjut Fahmi menerangkan, Pemkot Sukabumi menggulirkan program unggulan dan akselerasi dalam bidang pendidikan. Hal ini adalah bagian dari percepatan pembangunan di bidang pendidikan agar dirasakan masyarakat.


Pada 2019 ini ungkap Fahmi pemkot meluncurkan program inovatif untuk pencapaian kinerja. Diantaranya program kartu cerdas di Sukabumi untuk peserta didik yang rawan melanjutkan pendidkan baik sekolah negeri mapun swasta dari mulai jenjang pendidikan SD hingga SMP serta paket A, B, dan C.


Selanjutnya pemberian stimulan ke perguruan tinggi di mana ada warga Kota Sukabumi yang mengenyam pendidikan. Khususnya di perguruan tinggi negeri.


Berikutnya apresiasi prestasi pendidikan penghargaan bagi tenaga endidik dan peserta didik. Pemberian insentif kepada guru pendidikan anak usia dini (PAUD). Selanjutnya pemberian bantuan operasional sekolah (BOS) dari APBD Kota Sukabumi untuk SD hingga SMA.


Di sisi lain diluncurkan program Si Legit atau Sistem Informasi Literasi Digital. Program ini memanfaatkan teknologi informasi untuk pengajaran.


Selain itu Si Incu atau Sitem Informasi Inklusi Center Unit. Program ini untuk satuan pendidkan formal dan informal untuk anak membantu anak berkebutuhan khusus.


Program lainnya Si Pulpen atau Sistem Informasi Pusat Layanan Pendidikan. Sistem ini merupakam aplikasi yang bertujuan untuk proses manajerial dan pengelolaan data dan informasi pendidikan. Terakhir Sikabayan atau sistem aplikasi kebudayaan.


Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi Dudi Fathul Jawad menambahkan, sejunlah program inovatif ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Sukabumi. Terutama dalam mendorong pendidikan yang berkarakter.

Posting Komentar

0 Komentar