Wali Kota Sukabumi Minta Mahasiswa Naikkan Kemampuan Hadapi Revolusi Industri


Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi pada saat menjadi keynote speaker dalam seminar kebangsaan di Auditorium Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) Rabu (24/4)

SUKABUMI - Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi menjadi keynote speaker dalam seminar kebangsaan di Auditorium Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) Rabu (24/4). Dalam kesempatan itu wali kota meminta agar para mahasiswa mampu menghadapi tantangan di era revolusi industri 4.0.



Seminar dengan tema Menguggah nalar kritis mahasiswa di era industri 4.0 ini, merupakan serangkaian acara milad Fakultas Ilmu Administrasi dan Humaniora UMMI yang ke 12.


'' Ciri revolusi industri 4.0 yakni teknologi informasi dan kolabroasi ini yang paling penting,'' ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi ketika menjadi keynote speaker dalam seminar tersebut. Ia mengatakan mahasiswa harus mampu menjawab tantangan revolusi industri 4.0.


Di mana kata Fahmi mahasiswa yang ideal adalah yang kritis dan meguasai teknologi informasi. Sebabnya kalau hanya belajar saja tanpa meningkatkan kemampuan di bidang teknologi maka jangan harap bisa beradaptasi dengan perkembangan dunia.


Fahmi mengatakan, mahasiswa jangan hanya posting foto di media sosial instagram maupun facebook. Sebab kemampuan teknologi dalam gadget sangat luar biasa untuk digunakan dalam meningkatkan kemampuan.


Menurut Fahmi, kolaborasi menjadi kalimat penting dalam pembangunan dengan berbasiskan revolusi industri. Di mana dengan dengan mengandalkan lima unsur pembangunan dalam Pentahelix yakni ABCGM yang merupakan kepanjangan akademisi, bisnis, comunity, government, dan media



Khusus mahasiswa ungkap Fahmi, dalam era revolusi industri ini dapat menjadi agen perubahan, agen analisis dan agen kontrol. Sehingga dapat menjadi duta-duta perubahan analisis, dan mengontrol Ipoleksosbudhankam.


Jika ketiga hal itu dimiliki kata Fahmi maka mahasiswa dapat memiliki kompetensi unggul dan mampu bersaing. Ke depan mahasiswa juga bukan hanya keluar kampus membawa ijzah karena akan sulit beradaptasi dengan perkembangan dan pertumbuhan negara.


Sebabnya lanjut Fahmi, pada era saat ini lulusan perguruan tinggi bukan hanya mengandalkan izajah. Akan tetapi harus ditambah dengan pengembangan kemampuan dalam teknologi informasi.


Rektor UMMI Sakti Alamsyah mengatakan, seminar kebangsaan ini untuk mempertahankan Pancasila di tengah perkembangan revolusi industri 4.0. Targetnya mahasiswa mampu berkontribusi dalam membangun bangsa.

Posting Komentar

0 Komentar