Di Momen Sholah Subuh Wali Kota Sukabumi Ajak Warga Jaga Kondusifitas Pemilu



Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi pada saat memberikan sambutan di momen Solat Subuh berjamaah. 



CIKOLE - Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi memimpin gerakan shalat subuh berjamaah di Masjid Agung Sukabumi Jumat (12/4). Dalam kesempatan selepas shalat subuh, wali kota menyampaikan pesannya agar mendekati pelaksanaan pencoblosan pemilu 17 April 2019 nanti suasana kota tetap kondusif.


Selain wali kota, gerakan shalat subuh berjamaah juga dihadiri Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Setiawan Hamami dan Plt Sekda Kota Sukabumi Saleh Makbullah serta para ASN Pemkot Sukabumi serta warga sekitar masjid. 



'' Pelaksanaan pemilu harus lebih kondusif dibandingkan sebelumnya,'' ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi. Terlebih selama ini Kota Sukabumi dikenal sebagai daerah paling kondusif di Jawa Barat.


Fahmi mengatakan, tahapan pemilu 2019 akan memasuki masa tenang pada Minggu 14 April 2019 mendatang. Sementara tahapan pencoblosan tersisa lima hari lagi.


Oleh karena itu Fahmi berharap aparatur sipil negara (ASN) dan masyakat dapat menjaga kondisi kota agar tetap kondusif. Meskipun memasuki masa tenang, namun dikhawatirkan masih ada berita hoaks atau saling mencaci melalui media sosial.


Sehingga Fahmi meminta warga jangan mudah terprovokasi dan memprovokasi. Hal ini perlu dilakukan agar suasana kota tetapa aman dan kondusif.



Pemilu kata Fahmi merupakan sarana untuk menyampaikan aspirasi politik dari warga. Di mana masyarakat dapat menyampaikannya suaranya sesuai dengan hati nurani masing-masing.


'' Hari tenang juga warga bisa memperbanyak doa dan zikir di masjid kelurahan maupun kecamatan,'' terang Fahmi. Momen ini menjadi upaya menghadirkan doa terbaik untuk kebaikan Kota Sukabumi dan bangsa Indonesia agar kondusif.


Pada momen itu juga Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi mendorong adanya layanan inovasi yang dibutuhkan untuk percepatan layanan publik. Terakhir salah satu kecamatan yakni Gunungpuyuh meresmikan Si kalem atau Sistem kotak layanan elektronik mandiri.



Dengan mesin ini berbagai layanan yang dibutuhkan masyarakat dapat diakses dengan cepat. Inovasi ini memberikan kemudahan kepada warga dan jangan sampai masyarakat melalui birokrasi yang berbelat belit.


'' Inovasi ini makin memberikan kemudahan kepada warga dan jika dalam tahap ujicoba berhasil maka bisa diterapkan di seluruh kecamatan,'' kata Fahmi. Upaya ini dilakukan agar pelayanan kepqda warga dapat terus meningkat.


Ke depan Fahmi meminta semua satuan kerja perangkat daerah (SKPD) harus sumbangkan inovasi dan layanan berbasiskan layanan kepada warga. Terutama agar Kota Sukabumi dibangun lebih melesat dengan layanan santun dan melayani untuk mewujudkan masyarakat yang religius, nyaman, dan sejahtera (Renyah).

Posting Komentar

0 Komentar