Lokakarya HTBS targetkan minimalisir angka kasus TBC.



SUKABUMI - Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi membuka secara resmi lokakarya hari TB se-dunia (HTBS). Kegiatan ini dalam rangkaian HUT ke-105 Kota Sukabumi tahun 2019, yang di gelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Senin (25/3) di ruang pertemuan Bank Jabar Kota Sukabumi.

Seperti yang diketahui Tuberculosis merupakan penyakit yang menjadi perhatian global. Tuberkulosis disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Sumber penularan adaIah pasien tuberculosis Basil Tahan Asam positif (BTA positif) melalui percik renik dahak yang dikeluarkannya, dan Indonesia menjadi peringkat kedua di dunia setelah India dalam hal penemuan kasus TB.

" Indonesia merupakan negara peringkat ke-2 sedunia kasus TBC setelah India. Diantara ciri khas yang menjadi perkembangan TBC di negara berkembang, keadaan jumlah yang penduduk padat," ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi.

Wali Kota menuturkan, seluruh elemen masyarakat membutuhkan sebuah konsentrasi, untuk bersama-sama meminimalisir pertumbuhan penyakit Tuberculosis. Meski terbilang sulit untuk menghilangkan kasus Tuberculosis, tetapi Pemerintah Daerah Kota Sukabumi melalui Dinkes Kota Sukabumi berkomitmen bagaimana dalam waktu ke waktu angka kasus TBC berkurang.

" Kami mengajak semua masyarakat harus sadar dan mulai bersama-sama pemerintah mencegah TBC mulai dari diri sendiri dan keluarga. Mulai dari gaya hidup, pola hidup semua harus menjadi perhatian. Para kader kesehatan harus menjadi duta-duta kesehatan, " terangnya.

TBC merupakan jenis penyakit yang bisa mematikan, bahkan tak jauh berbeda sengan kasus HIV/AIDS. Sering kali ditemukan pengidap HIV/AIDS juga memiliki riwayat TBC. Oleh sebab itu, menurut Fahmi perhatian orang tua terhadap anak menjadi konsentrasi yang utama di tengah terjadinya perbuahan jaman yang semakin berkembang dari tahun ke tahun.

Lokakarya peringatan hari TB se-dunia ini kata Fahmi jangan hanya menjadi kegiatan seremonial saja hal tersebut terlalu sederhana. Tetapi ada hal-hal yang lebih besar, bagaimana pemerintah menargetkan mengurangi jumlah kasus TBC. Oleh sebab itu butuh dukungan dari semua pihak agar pengidap TBC bisa dilaporkan ke puskesmas terdekat agar terintervensi oleh pemerintah.

" Di satu sisi bersyukur adanya temuan kasus TBC yang di nilai cukup tinggi, kalau hanya puluhan yang ditemukan, bayangkan banyak kasus yang tidak tertangani,' terang Fahmi. Intinya pemerintah butuh dukungan dari semua pihak supaya warga yang diindikasikan mengidap TBC tersampaikan ke puskesmas terdekat dan langsung diintervensi serta ditangani sampai tuntas.

Fahmi menjelaskan, kegiatan yang dilaksanakan juga sebagai upaya penyebar luasan informasi TBC kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian terkait dengan pencegahan penularan TBC yang dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Sementara itu peringatan HTBS tahun 2019 di Indonesia mengambil tema "Saatnya Indonesia Bebas TBC, Mulai Dari Saya".

Ketua Pelaksana Hari TB Se-dunia dr. Lulis Delawati menjelaskan, kematian akibat tuberculosis diperkirakan sebanyak 107.000 orang kematian ditambah 9.400 orang kematian akibat tuberculosis pada orang dengan HIV. Tuberculosis tetap menjadi 10 penyebab kematian tertinggi di dunia pada tahun 2017. TB Resisten Obat ( TB RO ) adalah kondisi pasien TB yang kambuh setelah diobati obat Anti Tuberculosa dan mengalami resiten obat.

" Pengobatan TB Resisten obat berbeda dengan pengobatan TB biasa untuk sementara ini pasien TB resisten obat dibawa ke RSHS Bandung setiap bulannya. Pengobatan TB dilakukan selama 6-8 bulan sementara pengobatan TB Resisten Obat dilakukan selama 9-24 bulan," ujar dia.

Pasien TB yang ditemukan di Kota Sukabumi pada Tahun 2018 sebanyak 1.535 orang terdiri dari penduduk Kota Sukabumi dan Luar Kota Sukabumi. Pasien TB yang ditemukan tahun 2018 penduduk asli Kota Sukabumi sebanyak 1.096 orang yakni 597 laki Iaki dan 499 perempuan. Pasien TB Resisten Obat ( TB R0 ) yang ditemukan di Kota Sukabumi selama tahun 2017 2019 sebanyak 24 orang yang sedang di obati 13 orang orang, yang meninggal 6 orang, yang pindah 1 orang, yang DO 1 orang dan sembuh 3 orang.

Posting Komentar

0 Komentar