Walikota Sukabumi Jadikan Kebudayaan Sebagai Ciri Khas Daerah




Walikota Sukabumi Achmad Fahmi ditemani Asisten Daerah I Andri Setiawan ,
 Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Adang Taufik 
mengajak para seniman dan budayawan ngawangkong bareng 
dengan mengusung tema lestarikan kearifan lokal Kota Sukabumi. 



SUKABUMI - Objek Wisata Pasar Cikundul yang tepatnya berada di Kelurahan Cikundul Kecamatan Lembursitu Kota Sukabumi Minggu (24/3) terlihat berbeda daripada hari biasanya. Nampaknya disana tengah digelar diskusi santai atau ngawangkong bareng bersama Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi.


Hal ini merupakan bentuk kadeudeuh Pemerintah Kota Sukabumi kepada masyarakat, dalam kesempatan kali ini, Walikota Sukabumi Achmad Fahmi ditemani Asisten Daerah I Andri Setiawan , Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Adang Taufik mengajak para seniman dan budayawan ngawangkong bareng dengan mengusung tema lestarikan kearifan lokal Kota Sukabumi. 


Kota Sukabumi salah satu Kota yang berdiri dari sebuah sejarah panjang peradaban hal ini tentunya ada keterkaitan antara seni dan budaya. Pemerintah berharap pembangunan kedepan akan tetap menjungjung tinggi nilai kebudayaan. Oleh sebab itu pemerintah tidak lepas dari konsep pembangunan 'pentahelix', di mana unsur pemerintah, masyarakat atau komunitas, akademisi, pengusaha, dan media bersatu membangun kebersamaan dalam pembangunan.


" Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama melakukan pembangunan berkoloborasi dengan para seniman dan budayawan," ujar Fahmi. Dalam kesempatan ngawangkong bareng itu, Wali Kota Sukabumi memfasilitasi para seniman dan budayawan untuk menyampaikan aspirasinya baik terkait keluhan, kritik maupun saran. 


Hal ini kata Fahmi merupakan bagian dari program kebersamaan melalui Sukabumi Kreatif Hub (SCH). Program ini di targetkan mampu menghimpun seluruh pelaku seni, budayawan, dan ekonomi kreatif di Sukabumi. Nantinya mereka akan berkolaborasi dalal memajukan seni dan budaya.


Walikota Sukabumi Achmad Fahmi bersama Asisten Daerah I Andri Setiawan ,
Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Adang Taufik Photo Bersama
dengan para seniman dan budayawan usai ngawangkong bareng,
 Kelurahan Cikundul Kecamatan Lembursitu Kota Sukabumi Minggu (24/3)

Salah seorang pelaku seni Irman yang mewakili Sukabumi Heritage dan Yayasan Dapur Museum Kipahare mengatakan, tema mengenali kearifan lokal bagi kalangan seniman tidak bisa dimaknai secara sempit. Sebabnya harus menilai adat istiadat lebih ke karakter sikap bukan atribut seremonial akan tetapi keseharian.


Menurut Irman, sebuah budaya akan tetap di pakai jika memiliki kemanfaatan kepada masyarakat. Namun kini masalahnya bagaimana mengangkat sebuah kegiatan dalam rangka menjaga kebudayaan itu.


Irman menuturkan, perlunya peraturan daerah (perda) mengenai cagar budaya untuk melindungi kekayaan budaya di Sukabumi. Sehingga alih fungsi cagar budaya bisa dicegah dengan adanya aturan tersebut.


Menananggapi masukan dari para pelaku seniman dan budayawan, Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi menyambut positif dan akan menjadi perhatian serius dari pemerintah. Diantaranya mendorong terbentuknya dewan kebudayaan yang kini sedang proses dalam penyusuan perda untuk lebih menjaga dan melestarikan kebudayaan.


Fahmi mengatakan, Sukabumi akan lebih memperhatikan kebudayaan sebagai citi khas daerah agar tetap berkembang. Harapanya kebudayaan Sukabumi akan menjadi daya tarik wisata dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.


Suasana Objek Wisata Pasar Cikundul yang tepatnya berada di Kelurahan Cikundul
Kecamatan Lembursitu Kota Sukabumi Minggu (24/3) terlihat berbeda daripada hari biasanya.



Posting Komentar

0 Komentar